I Ketut Suarya, Anak Petani yang Terpilih Jadi Ketua PGRI Kota Denpasar

  • Whatsapp
I Ketut Suarya. Foto: tra
I Ketut Suarya. Foto: tra

DENPASAR – Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., anak desa yang memiliki karier cemerlang. Kesuksesan Ketut Suarya dikariernya saat ini, tentu tidak mudah didapatkan olehnya. Lahir di keluarga petani di lingkungan Banjar Riang Ancut, Riang Gede, Tabanan, ia mengaku terbiasa bekerja keras dan berjuang, hingga akhirnya mencapai apa yang diinginkan olehnya.

Secara mengejutkan, Ketut Suarya, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua PGRI Kota Denpasar periode 2020-2024 dalam konferensi kota (Konkot) PGRI Denpasar yang digelar secara terbatas, belum lama ini di aula SMK PGRI 3 Denpasar. Suarya menggantikan Drs. I Nyoman Winata, M.Hum..

Bacaan Lainnya

Konkot PGRI Kota Denpasar dibuka Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Dalam “kabinetnya” Suarya didampingi Wakil Ketua I Wayan Sugianta, S.Pd.,  dan Dr. I Wayan Ritiaksa, S.Pd., M.Fis.; Sekretaris,  Ishaq Jafar Nasution, S.Pd., MM., dan Wakil Sekretaris, Made Ayu Kartika Sari, SE.,Ak., Bendahara I Ketut Gede Adi Trisna Sugara, ST., M.Pd., dan Wakil Bendahara, Ni Made Suhartini, S.Pd., SD. Pelantikan dilakukan Ketua PGRI Bali, Komang Artha Saputra, S.Pd., M.Pd.

“Ini adalah sebuah kepercayaan. Mudah-mudahan saya bisa memperjuangkan semua keinginan para guru di Kota Denpasar yang jumlahnya hampir 8.000 orang,’’ ujar Suarya, Senin (9/11/2020).

Baca juga :  Cegah Penyebaran Covid 19, Kelurahan Penatih Gencarkan Monitoring Duktang

Suarya mengawali karir sebagai guru SMP PGRI 1 Badung kini SMP PGRI 6 Denpasar pada 1982. Seiring perjalanan waktu, suami Ni Nyoman Nuraini ini mendapat kepercayaan sebagai Kepala SMK PGRI 4 Denpasar sejak tahun 2007 sampai saat ini.

Di organisasi PGRI Kota Denpasar, orang tua dari Putu Puja Sastrawan dan Ni Kadek Pradnya Paramita ini sebelumnya dipercaya sebagai bendahara hampir 10 tahun. Suarya menyebut, walau dirinya mempunyai kesibukan sebagai Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, hal itu tidak akan menjadi pengalang atau masalah baginya untuk memperjuangkan nasib para guru yang ada di Kota Denpasar.

“Dalam sebuah organisasi itu kan ada pengurus yang bisa membantu, jadi tidak akan mengganggu tugas saya sebagai kepala sekolah. Bahkan saya akan memperjuangkan nasib guru untuk lebih baik. Sekali lagi ini adalah kepercayaan rekan-rekan guru di Kota Denpasar,’’ ujar pria kelahiran 31 Desember 1961 ini.

Suarya mengakui, belum semua guru di Denpasar sudah masuk anggota PGRI. Untuk itu, ia akan turun ke cabang dan ranting untuk merangkul guru yang tercecer agar mau masuk PGRI.

Sebab, kata dia, aturan mengharuskan guru mesti masuk organisasi profesi. Selain itu, sambil menggali aspirasi dan masalah guru. Ini ia sebut sebagai langkah program konsolidasi internal dan eksternal.

Suarya mengakui kerjasama PGRI Kota Denpasar dengan Pemkot Denpasar dan Disdikpora Kota Denpasar, sangat luar biasa. Ini bisa dilihat iklim pendidikan kondusif. Ini berkat perjuangan guru yang didukung Pemkot Denpasar.

Baca juga :  Wayan Gunawan : Transformasi Nilai Agama, Budaya, dan Karakter

Dia berjanji, PGRI akan memastikan hak-hak guru bisa diterima dengan baik serta aspirasi guru tersampaikan. Makanya, sosialisasi advokasi tentang AD/ART PGRI, pendataan dan mengadakan road show ke cabang-cabang akan terus digenjot.

Suarya pun mendaku tertarik pesan Wali Kota agar guru menyiapkan diri dengan pembelajaran abad 21. Model pembelajaran yang menuntut intelektual juga karakter serta problem solving. Kedua, dia tetap memotivasi guru untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kesadaran bersama berperan dalam menerangi kegelapan siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.