HUT Ke-818 Kota Bangli Dimeriahkan Ribuan Semafor

BUPATI Sang Nyoman Sedana Arta menjadi inspektur upacara perayaan HUT ke-818 Kota Bangli di Alun-alun Kota Bangli, Selasa (10/5/2022). Foto: ist

BANGLI – Dua tahun dibelenggu pandemi Covid 19, akhirnya perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-818 Kota Bangli bisa dilaksanakan secara meriah dengan dipusatkan di Alun-alun Kota Bangli, Selasa (10/5/2022).

Perayaan dimeriahkan penampilan semafor pramuka SMP seluruh Bangli. Lagu “Kebyar-Kebyar” ciptaan Gombloh turut dikumandangkan sebagai bentuk nasionalisme, membangkitkan persatuan dan kesatuan, serta semangat jengah membangun Bangli.

Bacaan Lainnya

Selain Bupati Sang Nyoman Sedana Arta, dalam upacara perayaan hadir Wakil Bupati I Wayan Diar, Sekda Ida Bagus Gede Giri Putra, perwakilan kepala daerah se-Bali, Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, Forkopimda dan para ASN serta pimpinan OPD di Pemkab Bangli.

Membacakan Prasasti Pura Kehen, Ketut Suastika menceritakan, pada zaman silam di Desa Bangli berkembang wabah penyakit kegeringan yang menyebabkan banyak penduduk meninggal.

Penduduk yang masih sehat menjadi ketakutan, sehingga mereka berbondong-bondong meninggalkan desa guna menghindari wabah. Akibatnya, Desa Bangli menjadi kosong karena tidak ada seorang pun berani tetap tinggal.

Raja Ida Bhatara Guru Sri Adikunti Ketana yang bertakhta kala itu, dengan segala upaya berusaha mengatasi wabah tersebut. Setelah keadaan pulih, Raja pada tahun Caka 1126, tanggal 10 Tahun Paro Terang, Hari Pasaran Maula, Kliwon, Chandra (Senin), Wuku Krulut, tepatnya 10 Mei 1204, memerintahkan putra-putrinya bernama Dhana Dewi Ketu untuk mengajak penduduk kembali ke Desa Bangli.

Baca juga :  RAPBD Jembrana 2021 Dirancang Rp1,076 Triliun

Mereka diajak bersama-sama membangun memperbaiki rumahnya, sekaligus menyelenggarakan upacara yadnya pada bulan Kasa, Karo, Katiga, Kapat, Kalima, Kalima, Kanem, Kapitu, Kaulu, Kasanga, Kadasa, Yjahstha dan Sadha.

Selain itu, Raja memerintah seluruh penduduk agar menambah keturunan di wilayah Pura Loka Serana di Desa Bangli, dan mengizinkan membabat hutan untuk membuat sawah dan saluran air. Untuk itu, pada setiap upacara besar, penduduk yang ada di Desa Bangli harus melakukan persembahyangan.

Pada tanggal 10 Mei 1204 itu pula, Raja mengucapkan pemastu yaitu: “Barang siapa yang tidak tunduk dan melanggar perintah, semoga orang itu disambar petir tanpa hujan atau mendadak jatuh dari titian tanpa sebab, mata buta tanpa catok, setelah mati arwahnya disiksa oleh Yamabala, dilempar dari langit turun jatuh ke dalam api neraka”. Bertitik tolak dari titah Sang Raja, maka pada tanggal tersebut Pemkab menetapkan sebagai hari lahirnya Kabupaten Bangli.

Bupati Sedana Arta usai apel HUT Kota Bangli mengatakan, apel peringatan HUT kali ini merupakan momentum mengembangkitan Bangli Era Baru, setelah sempat “beristirahat” karena hantaman covid-19 selama dua tahun . “Kita akan membuat lompatan-lompatan pembangunan, sehingga Bangli bisa sejajar dengan daerah lainnya. Apel kali ini lebih spesial karena untuk kali pertama berlangsung di Alun-alun,” sebutnya.

Inovasi dan terobosan yang akan dibuat, sambungnya, merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) karena untuk membangun diperlukan detail tata ruang. Hal ini sebagai modal memberi kepastian investor untuk berinvestasi di Bangli, yang tentunya taat hukum. “Dengan demikian mereka tidak lagi ragu-ragu untuk berinvestasi. Jadi, kita harap secepatnya Perda RTRW yang baru kita miliki,” jelasnya.

Baca juga :  Gandeng Pengampu Kepentingan untuk Pemutakhiran Data Pemilih, KPU Sisir Data Faktual

Disinggung peningkatan program peningkatan PAD, dia mendaku akan melakukan inovasi untuk menggali potensi yang masih terpendam. Salah satunya melakukan pembangunan RSUD Bangli, karena RSUD Bangli mampu memberi kontribusi besar kepada PAD.

Pembenahan RSUD ini juga erat kaitannya dengan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Bangli. “Astungkarauntuk pariwisata kita juga telah mulai menggeliat, mudah-mudahan menunjukan tren positif agar ekonomi masyarakat segera pulih,” lugasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Bangli, I Komang Pariarta, menambahkan, peserta semafor massal melibatkan 1.000 siswa dari lima SMP di Bangli. 300 siswa dari SMPN 1 Bangli, masing-masing 200 siswa dari SMPN 2 dan SMPN 3, dan masing-masing 100 siswa dari SMPN 4 dan SMPN 5. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.