Hibah Dialokasikan Rp150 Miliar, Bansos Rp3,8 Miliar, Pemkab Klungkung Rancang Pendapatan Daerah Rp1,3 Triliun

BUPATI Suwirta bersama anggota DPRD Klungkung. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KLUNGKUNG – Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, menyampaikan, Pendapatan Daerah di Kabupaten Klungkung dirancang sebesar Rp1,3 triliun lebih.

Sumbernya dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp332 miliar lebih, terdiri dari Pajak Daerah dirancang sebesar Rp102 miliar lebih, Retribusi Daerah dirancang Rp50 miliar lebih, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dirancang Rp8 miliar lebih, dan Lain-Lain PAD yang sah dirancang Rp171 miliar lebih.

Read More

“Untuk Pendapatan Transfer dirancang Rp802 miliar lebih, terdiri atas Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dirancang Rp788 miliar lebih, dan Pendapatan Transfer Antardaerah sebesar Rp274 miliar lebih,” terang Suwirta saat menyampaikan Raperda tentang APBD 2024 di rapat paripurna DPRD Klungkung, Selasa (10/10/2023).

Belanja Daerah, sebutnya, dirancang sebesar Rp1,6 triliun lebih, meningkat sebesar Rp212 miliar lebih, atau naik sekitar 15 persen lebih dibandingkan APBD 2023 yang hanya sebesar 1,3 triliun lebih.

Belanja Daerah dialokasikan untuk Belanja Operasional sebesar Rp1,1 triliun lebih, terdiri dari Belanja Pegawai dirancang Rp606 miliar lebih, Belanja Barang dan Jasa dirancang Rp432 miliar lebih, Belanja Bunga dirancang Rp3,9 miliar lebih, Belanja Hibah dirancang sebesar Rp150 miliar lebih, dan Belanja Bantuan Sosial dirancang Rp3,8 miliar lebih.

Kemudian Belanja Modal dirancang Rp104 miliar lebih, terdiri atas Belanja Modal Tanah dirancang Rp9 miliar lebih, Belanja Modal Peralatan dan Mesin dirancang Rp17 miliar lebih, Belanja Modal Gedung dan Bangunan dirancang Rp59 miliar lebih, Belanja Modal Jalan, Jaringan dan Irigasi dirancang sebesar Rp187 miliar lebih, Belanja Modal Aset Tetap Lainnya dirancang Rp1,5 miliar, dan Belanja Aset Lainnya sebesar Rp455 juta.

Untuk Belanja Tidak Terduga dirancang hanya Rp5 miliar lebih. Pemkab Klungkung juga merancang Belanja Transfer sebesar Rp126 miliar lebih, terdiri atas Belanja Bagi Hasil kepada Pemerintah Desa sebesar Rp15 miliar lebih, dan Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa sebesar Rp110 miliar lebih. baw

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.