HBK Siap Kawal Pembangunan Bendungan Mujur, Dinilai Strategis untuk Ketahanan Pangan

  • Whatsapp
ANGGOTA DPR RI dari Pulau Lombok, Bambang Kristiono. Foto: rul
ANGGOTA DPR RI dari Pulau Lombok, Bambang Kristiono. Foto: rul

MATARAM – Anggota DPR RI dari Pulau Lombok, Bambang Kristiono, siap mengawal penuh pembangunan dam Mujur di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang sangat didamba warga setempat. Dia berjanji mengerahkan seluruh jejaringnya di pemerintah pusat untuk mewujudkan hal tersebut.

“Bendungan Mujur memiliki posisi sangat strategis mewujudkan ketahanan pangan di Lombok Tengah. Mewujudkan bendungan ini sebuah keharusan, saya akan all out mendorong mewujudkan,” ujar HBK, sapaan akrabnya, Selasa (11/1/2022).

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini bertemu dengan Tim 11 di Lombok Tengah.  Tim 11 merupakan tim beranggotakan para pemangku kepentingan, antara lain sejumlah pejabat Pemkab Loteng dan perwakilan lembaga nonpemerintah, untuk mengakselerasi pembangunan Bendungan Mujur. Tim 11 sangat berharap HBK menjadi figur sentral untuk membuka jalan dukungan pemerintah pusat, karena bendungan ini sangat lama didambakan masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Saat pertemuan itu, HBK sempat menghubungi dua koleganya di Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, yakni Wakil Ketua Komisi V, Andi Iwan Darmawan Aras; dan anggota Komisi V, Mulyadi. HBK mengklaim Komisi V mengagendakan kunjungan ke lokasi Bendungan Mujur akan dibangun. “Insya Allah, kunjungan Komisi V dilakukan pekan depan paling cepat,” sebut politisi Partai Gerindra itu.

Baca juga :  126 Pelanggar Prokes Didenda Selama Sebulan Operasi Yustisi

HBK sepakat Bendungan Mujur akan jadi solusi menjaga ketahanan pangan masyarakat di Lombok Tengah. Dengan adanya Bendungan Mujur, ribuan hektar persawahan yang saat ini hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun, bisa ditanami padi hingga dua atau tiga kali setahun. Dalam perencanaannya, Bendungan Mujur mampu mengairi sedikitnya 10.121 hektar lahan pertanian.

Selain itu, juga sebagai solusi mengatasi kekeringan di daerah Kabupaten Loteng bagian selatan, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Pun jadi sumber air baku untuk diolah jadi air bersih, dan dapat mengatasi kesulitan air bersih masyarakat bagian selatan Lombok Tengah setiap tahunnya. “Saya pastikan pembangunan bendungan ini tak akan merugikan masyarakat, baik yang lahannya jadi lokasi pembangunan maupun akan jadi lokasi area genangan bendungan,” janjinya.

Dia menggaransi masyarakat mendapat ganti untung sangat sepadan. Selain itu, masyarakat juga dipastikan direlokasi ke permukiman yang tetap membuat mereka nyaman dan produktif. Masyarakat diminta tak perlu khawatir kehilangan pekerjaan karena pindah ke permukiman yang baru, termasuk tak perlu cemas pendidikan anak-anak mereka terputus.

Pembebasan lahan Bendungan Mujur dimulai sejak tahun 2006, tapi hingga kini masih lambat. Total yang selesai dibebaskan baru di kisaran lima hektar. Dibutuhkan sedikitnya Rp800 miliar hingga Rp900 miliar untuk pembebasan lahan di luar kebutuhan relokasi. Secara keseluruhan, Bendungan Mujur perlu lahan seluas 394,92 hektar. Luas lahan yang diukur saat ini mencapai 177.56 hektar, sedangkan luas lahan yang belum diukur sebanyak 217.38 hektar.

Baca juga :  Lelang Jabatan Eselon II B Kota Denpasar, 60 Peserta Lulus Seleksi Administrasi

Sekretaris HBK Peduli, Rannya Agustyra Kristiono, yang juga masuk di Tim 11, menambahkan, pembangunan Bendungan Mujur merupakan salah satu aspirasi masyarakat Lombok Tengah saat bertemu HBK. Dia menegaskan, pembangunan Bendungan Mujur sejalan dengan langkah pemerintah pusat yang memprioritaskan program Food Estate sebagai bagian dari upaya menopang ketahanan pangan.

“Bendungan Mujur ini bukan semata-mata untuk kemaslahatan masyarakat Lombok Tengah, tapi juga untuk masyarakat Bumi Gora,” tandas Rannya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.