POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Desa Sidan, Gianyar menjadi salah satu desa dengan komitmen mempertahankan ikon desa berbasis pertanian organik. Kali ini Sidan melaksanakan panen perdana padi organik dengan varietas padi jepang dengan luas 1 hektar, yang menghasilkan 10 ton padi.
Perbekel Desa Sidan, I Made Sukra Suyasa, ditemui usai panen perdana di Kissidan Eco Hill, Kamis (2/11) mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Polri.
“Panen di areal Subak Labak. Kami juga mengundang Pak. Bupati, Danramil dan Camat, serta Bank Indonesia dan Kadis Ketahanan Pangan. Kadin juga kami undang,” ujarnya.
Sukra menyebut panen ini merupakan komitmen Desa Sidan. “Yang kami panen kali ini varietas jepang, dari hasil ubin memanfaatkan lahan tidur,” sambungnya.
Dia menambahkan, dengan pertanian organik otomatis tanah juga akan menjadi subur. Hanya, prosesnya disebut panjang, mencapai dua tahun agar petani bersedia memakai organik.
Selama ini, desa mendapat pendampingan dari Pemkab Gianyar. Padi jepang ini dinilai cocok untuk ditanam di Bali. “Padi mentik susu kayak ketan, air kayak susu aroma harum. Kalau padi jepang, bentuk lebih besar, rasanya pulen dan nasinya kayak nasi sushi,” jelasnya.
Panen organik disebut pernah berlangsung 202, saat itu untuk varietas mentik susu. “Di Sidan baru 35 persen sudah kami aplikasi organik. Kami harap semua pertanian di Sidan organik,” tandasnya. adi
























