Hari Ini Pasien Covid-19 Sembuh di Bali Bertambah 127 Orang, Karangasem Terbanyak

  • Whatsapp

Kasus Terkonfirmasi Positif Mulai Menurun 2 Digit, Meninggal Tetap Bertambah 4 Orang

DENPASAR – Angka kesembuhan pasien covid-19 di Bali dalam tiga hari beruntun terus meningkat, dimana jumlahnya lebih banyak dari tambahan kasus yang terkonfirmasi positif. Bahkan kali ini, Kabupaten Karangasem mencatatkan jumlah harian pasien sembuh terbanyak 44 orang

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data harian yang disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Senin (5/10/2020), pasien sembuh tercatat 127 orang, berselisih 44 orang dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 83 orang melalui transmisi lokal.

Seluruh kabupatan/kota di Bali melaporkan pasien sembuh, dimana kali ini Kabupaten Karangasem mencatatkan jumlah terbanyak 44 orang, disusul Badung (20), Gianyar (14), Bangli (10), Denpasar (9), Klungkung (8), Jembrana (8), Tabanan (7) dan Buleleng 7 orang.

”Dengan demikian, total pasien yang telah sembuh di Bali sebanyak 7.943 orang (84,07%) dengan rincian 7.918 WNI dan 25 WNA,” ungkap Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Senin (5/10/2020).

Kabar baiknya, kasus terkonfirmasi positif mulai menurun hingga dua digit yakni 83 orang, dimana sehari sebelumnya berjumlah 111 orang. Artinya ada penurunan 28 orang. Rinciannya, Kota Denpasar tetap menjadi penyumbang terbanyak 27 orang, disusul Badung (15), Gianyar (11), Bangli (9), Klungkung (7), Buleleng (7), Tabanan (4), Karangasem (2) dan Jembrana 1 orang.

Baca juga :  Olahraga Cukup dapat Tingkatkan Imunitas dan Cegah COVID-19

”Secara kumulatif, hingga sampai hari ini kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 9.448 orang (9.420 WNI dan 28 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini tercatat sebanyak 9.056 kasus,” jelas Rentin yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali.

Penurunan kasus positif hari ini, juga berdampak pada posisi Bali yang keluar dari 10 besar nasional sebagai provinsi penyumbang harian kasus positif covid-19 yang total berjumlah 3.622 orang. Kabar gembiranya, pasien sembuh harian secara nasional juga jauh lebih banyak yakni berjumlah 4.140 orang.

Sementara itu, tren angka kematian akibat covid-19 di Bali belum juga mereda. Di mana dihari yang sama, kembali 4 pasien dinyatakan meninggal dunia, menyamai jumlah sehari sebelumnya Minggu (4/10/2020). Keempat pasien yang meninggal dunia terjadi di empat kabupaten/kota yakni Denpasar, Karangasem, Tabanan dan Buleleng masing-masing 1 orang.

”Dengan demikian, secara kumulatif, pasien covid-19 yang sudah meninggal di Bali berjumlah 295 orang (3,12%) dengan rincian 293 WNI dan 2 WNA,” ujar Made Rentin. Rinciannya, Denpasar terbanyak 53 orang, Gianyar (46), Karangasem (46), Buleleng (43), Badung (36), Bangli (28), Tabanan (26), Klungkung (10) dan Jembrana 6 orang.

Berdasarkan data tersebut di atas, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) mulai berkurang 48 orang, menjadi 1.210 orang (12,81%) dengan rincian 1.209 WNI dan 1 WNA. Mereka menjalani perawatan tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Baca juga :  IKAPTK Karangasem Bagi 1.000 Masker, Serukan PHBS “Door to Door”

Secara nasional, kasus kematian harian berjumlah 112 orang yang dilaporkan 18 provinsi, dimana posisi Bali tetap pada 10 besar. Rinciannya, Jawa Timur masih yang terbanyak 22 orang, disusul DKI Jakarta (16), Jawa Barat (15), Kalimantan Timur (9), Riau (8), Jawa Tengah (5), Aceh (5), kemudian Bali di urutan kedelapan sebanyak 4 orang, Banten, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau masing-masing 3 orang.

Meski jumlah pasien sembuh dalam tiga hari ini lebih banyak dari tambahan kasus terkonfirmasi positif, Made Rentin selalu mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat Bali tetap waspada, dengan meningkatkan disiplin menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah. ”Karena, dalam upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Untuk menekan penyebaran virus ini sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan di Bali sesuai Pergub 46 yakni Rp100.000 bagi perorangan,dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Selain itu, dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, pemerintah juga meminta keramaian dalam bentuk tajen di setiap Desa Adat harus dihentikan sementara. Termasuk semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan

Baca juga :  Ini Pedoman Penyelenggaraan Kejuaraan Olahraga Saat Normal Baru

”Jadi, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajak Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.