Hari Guru Nasional 2023, Serentak Bergerak dalam Mewujudkan Merdeka Belajar

SEORANG guru yang menjadi agen perubahan harus dapat menciptakan ombak kecil yang dapat mengubah lautan ketidaktahuan menjadi samudera pengetahuan. Foto: ist
SEORANG guru yang menjadi agen perubahan harus dapat menciptakan ombak kecil yang dapat mengubah lautan ketidaktahuan menjadi samudera pengetahuan. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Hari Guru Nasional (HGN) diperingati pada 25 November setiap tahunnya. Peringatan ini sebagai bentuk mengenang, menghargai, dan mengapresiasi jasa para guru di Indonesia. HGN tahun 2023 mengambil tema “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”.

Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Bali, Dr. I Wayan Surata, S.Pd., M.Pd., Jumat (24/11/2023), mengatakan, peringatan HGN tahun 2023 menjadi sebuah momen untuk menyadari pentingnya peran guru dalam mempersiapkan dan membimbing para siswa dalam mewujudkan merdeka belajar. Perayaan ini menjadi sebuah wujud mengekspresikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi, inovasi, komitmen, dan kerja keras para pendidik dalam mencerdaskan anak bangsa.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut Surata mengemukakan, seorang guru yang menjadi agen perubahan harus dapat menciptakan ombak kecil yang dapat mengubah lautan ketidaktahuan menjadi samudera pengetahuan. Hiruk-pikuk, pro dan kontra pada kebijakan pemerintah menjadi santapan lezat di media sosial.

Ganti kepemimpinan, maka kebijakan berganti pula. Begitulah stigma yang selalu tertanam di masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa setiap peraturan yang berlaku akan berubah seiring bergantinya pemimpin unsur politik seperti ikut berperan dalam dunia pendidikan. ‘’Tetapi pada dasarnya bukan itu yang perlu kita semua perdebatkan, melainkan bagaimana dapat memenuhi kebutuhan siswa secara penuh,’’ sebutnya.

Baca juga :  PKS Fokus Sosialisasikan Salim Sebagai Capres, Bang Zul Tetap Bertahan di NTB

Ia mengungkapkan, merdeka belajar menjadi konsep yang bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada siswa dalam menentukan jalannya belajar. Merdeka belajar memberikan keleluasaan kepada siswa untuk mengatur waktu, materi, dan cara belajar mereka sendiri sesuai dengan minat, kebutuhan, dan potensi masing-masing.

Merdeka belajar melalui Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang terdapat gagasan pemikiran dari Ki Hajar Dewantara, di mana pendidikan dapat memfasilitasi peserta didik untuk tumbuh sesuai dengan kodratnya, yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Kunci sukses dari merdeka belajar adalah guru.

‘’Guru sebagai napas dalam kurikulum merdeka harus mampu untuk menciptakan proses pembelajaran yang inovatif mulai dari pembelajaran yang bersifat berdiferensiasi, penguasaan teknologi dalam proses pembelajaran, strategi pengenalan project penguatan profil pelajar Pancasila yang menyenangkan, dan komponen-komponen lain yang menunjang proses belajar mengajar,’’ ujarnya.

Dalam hal ini guru dituntut untuk terus meng-update kemampuannya dan kompetensinya dengan mengikuti program-program pengembangan yang sudah disediakan oleh pemerintah dalam platform merdeka mengajar, program-program prioritas, seminar-seminar berkelanjutan, serta program workshop implementasi Kurikulum Merdeka baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah.

Upaya-upaya serius telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam memanfaatkan output dari program-program prioritas dengan menggandeng berbagai pihak seperti sekolah penggerak, guru penggerak di sekolah, pengajar praktik baik,komunitas belajar pemberdayaan platform merdeka mengajar, dan pemberdayaan jaringan program musyawarah guru mata pelajaran dalam mempercepat transformasi pendidikan.

Baca juga :  Pandemi, Peredaran Narkotika di Karangasem Menanjak

Dengan demikian maka secara perlahan, tapi pasti konsep merdeka belajar dapat dieksekusi dengan baik. Kolaborasi dari berbagai unsur menjadi baik pemerintah pusat maupun daerah serta semua unsur pendidik dan tenaga kependidikan menjadi kekuatan bagi Provinsi Bali untuk Serentak Bergerak dalam Mewujudkan Merdeka Belajar.

Sementara itu, Kepala SDN 9 Padangsambian, I Ketut Budiarsa, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, transformasi guru wujudkan Indonesia maju merupakan inisiatif untuk meningkatkan peran dan kualitas guru dalam sistem pendidikan Indonesia untuk mencapai kemajuan dan pembangunan nasional. Transformasi guru diharapkan dapat menjadi agen perubahan positif dalam satuan pendidikan, untuk membekali generasi muda dengan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global, dan secara keseluruhan, mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Kepala sekolah lulusan Guru Penggerak Angkatan 1 dan berprestasi nasional ini menyebutkan, guru di Denpasar memiliki bonus demografi yang baik, akses informasi yang mudah serta sangat cepat membantu guru mengakselerasikan kompetensinya. Hal ini akan berdampak pada daya saing dan peningkatan sumber daya manusia warga kota yang diharapkan meningkat.

Terpisah, Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., menyerukan, serangkaian HGN 2023 dan peringatan HUT ke-78 PGRI yang mengusung tema  “Transformasi Guru, Wujudkan Indonesia Maju”, dapat dimaknai bahwa transformasi guru merupakan salah satu pondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Maju. Guru diharapkan terus meningkatkan kompetensi diri, menerapkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta menjadi teladan positif untuk anak didik.

Baca juga :  Pemilih Pemula Berperan Signifikan, Bawaslu Badung Ajak Siswa SMAN 2 Mengwi Gunakan Hak Pilih

Guru juga perlu diberi ruang untuk berinovasi dalam metode pengajaran, mengadaptasi pendekatan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan murid saat ini. Melalui peringatan HUT PGRI ini, seyogyanya kita sebagai guru jadikan momentum untuk melakukan refleksi agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui aneka sumber belajar mulai dari KKG-MGMP, dan sumber belajar lain baik daring maupun luring.

Guru harus punya cara dan sikap belajar yang cepat karena mengikuti cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. PGRI pun telah menyerukan bahwa “Belajar sepanjang hayat” harus menjadi jiwa para guru dalam menekuni profesi yang mulia dan bermartabat ini.

PGRI, sambung Suarya, merupakan organisasi yang beranggotakan seluruh guru di Indonesia. Sebagai organisasi besar, peran PGRI sungguh besar dan menentukan. PGRI senantiasa berjuang mengangkat hak dan martabat profesi guru baik yang berstatus ASN, PPPK maupun honorer. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.