Harga Minyak Goreng Curah Tembus Rp20 Ribu

PEMKAB Tabanan menggelar rakor untuk mengantisipasi masalah HET migor di pasaran, dipimpin Sekda Tabanan I Gede Susila, Kamis (2/6/2022). Foto: ist

TABANAN – Harga minyak goreng (migor) curah di pasaran masih bervariasi, dan belum terakomodasi dengan baik dari distributor. Hal itulah yang kemudian jadi perhatian khusus Pemkab Tabanan, dengan menggelar rakor untuk mengantisipasi masalah tersebut.

Rakor dipimpin Sekda Tabanan, I Gede Susila, Kamis (2/6/2022), yang dihadiri Dandim 1619/Tabanan, Kapolres Tabanan, Kabag Perekonomian Pemkab Tabanan, Kadisperindang Tabanan, Kepala PUD Dharma Santhika, Kadis Ketahanan Pangan Tabanan, dan undangan lainnya.

Read More

Dalam diskusi tersebut, membahas tentang kendala dan solusi tercepat terkait permasalahan tersebut. “Tidak ada kelangkaan minyak goreng curah di lapangan, namun harga masih bervariasi. Distributor juga belum bisa diakomodir. Hal itu jadi dilema, karena kalau dipaksakan dan dikendalikan penjualan sesuai prosedur, maka kita khawatir nanti malah terjadi kelangkaan,” ujar Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra.

Hal senada disampaikan Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Ferry Adianto. Menurutnya, migor curah jadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, karena dominan masyarakat menggunakan migor curah daripada migor kemasan. “Kita duduk bersama hari ini untuk mencari solusi, agar harga migor kemasan masih tetap terkendali,” cetusnya.

Sementara Kadisperindag Tabanan, I Putu Santika, menyebut masalah utama yang terjadi juga terkait margin atau rentan harga yang terlalu kecil. Dari produsen ke D1, dari D1 ke D2, dan seterusnya sampai ke pedagang, sehingga pedagang sulit menjual dengan harga yang sesuai HET kepada masyarakat.

“Apalagi, pedagang yang jauh di pelosok, membeli migor curah ke distributor harus mengeluarkan biaya transportasi, sehingga harga jual sampai ke masyarakat masih di atas HET,” ujarnya.

Jika diamati di lapangan, katanya, harga migor curah masih dikisaran Rp17.000 sampai Rp20.000. Kalau rentang masih kecil dari produsen hingga ke pedagang, maka harga di lapangan pasti tetap tinggi.

“Menurut saya, hal itu harus diperhatikan oleh produsen. Kalau bisa harga jual di produsen lebih murah, maka saya yakin harga yang sampai ke masyarakat pasti bisa menyesuaikan HET,” ujar Santika.

Diskusi pada siang hari itu, menghasilkan solusi cepat, agar BUMDes di Tabanan dapat menjual migor dengan HET kepada masyarakat. Di antaranya agar distributor di Tabanan dapat menjual migor curah kepada BUMDes dengan harga Rp14.500.

Untuk itu, distributor akan diundang ke Tabanan. Di antaranya Toko Crystal Kediri, Toko Kurnia Tabanan, Toko Sriwijaya Tabanan, UD Sari Ketan Marga, UD Sari Lebah Marga, dan UD Sederhana Selemadeg. gap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.