Hanya Gelandangan Politik yang Tidak Puas dengan Keberhasilan Gubernur Koster Membangun Bali

KETUA PHRI Badung AA Rai Suryawijaya. foto : ist

POSMERDEKA.COM, MANGUPURA – Ketua PHRI Badung AA Rai Suryawijaya membantah kalau ada yang mengatakan Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster tidak berhasil membangun Bali.

“Mereka yang beranggapan seperti itu hanya gelandangan politik, yang ke sana ke mari masuk partai, namun tidak berhasil menduduki jabatan politik,” kata Gung Rai panggilan Ketua PHRI itu setelah melihat dan mendengar ada yang mengatakan, Wayan Koster tidak berhasil selama masa jabatan lima tahun. Gung Rai tidak menyebut siapa yang dimaksud sebagai gelandangan politik itu.

Bacaan Lainnya

Gung Rai mengatakan, sangat aneh juga kalau ada yang memiliki pendapat bahwa Bali tidak sukses dalam menangani Covid-19 selama 2,5 tahun. Ini tidak benar. Sebab Bali diakui pusat mampu mengatasi Covid paling baik di Indonesia. Realokasi anggaran untuk bantuan Covid dan bantuan sosial juga dilakukan dengan terarah ke masyarakat.

Bahkan Mendagri sendiri memuji Wayan Koster, yang mampu membangun Bali justru dalam kondisi Covid dua tahun lebih, di tengah masa jabatannya selama 5 tahun. Mendagri mengatakan, tidak ada Gubernur di Indonesia mampu menyusun bagaimana membangun Bali dalam 100 tahun ke depan. Ini hanya ada di Bali di bawah Gubernur Koster.

Baca juga :  Komisi III Sayangkan AP Tetap Naikkan Tarif Parkir

Gung Rai asal Dalung, Kuta Utara itu membenarkan ada pinjaman PEN sebagai utang. Tetapi dana itu dipakai membangun infrastruktur dan menambah destinasi. Hal ini kelak membuka lapangan kerja, menjadi sumber pendapata daerah dan sekali gus menambah asset pemerintah Bali.

Ia mengatakan, parameter lain, Gubernur Koster dalam masa jabatan lima tahun, berhasil memulihkan pariwisata dengan cepat, meningkatkan UMKM sehingga ekonomi masyarakat kecil berjalan. Dijelaskan dalam kondisi normal kedatangan turis mancenegara 18.000/hari. Saat pasca pandemik sudah mencapai 19.000/hari, dengan penerbangan 36 maskapai langsung ke Bali.

Tokoh pariwasata Bali itu mengusulkan kepada Pj Gubernur yang baru meneruskan, menjaga, melanjutkan dan memperkuat program-program Wayan Koster. Ia juga mengusulkan kepada Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, pertama; 169 negara diberikan Visa On Arrival (VOA) untuk mempermudah dan meningkatkan kunjungan wisman ke Bali.

Kedua; menambah jumlah maskapai penerbangan ke Bali. Ketiga; memperjuangkan anggaran untuk membangun Comand Center di Bali. Keempat; berkolaborasi dengan seluruh steakholder untuk membangun ecosystem kepariwisatan yang berkualitas dan bermartabat. Kelima; menjaga keamanan dan kenyaman Bali dalam tahun politik supaya tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan.

Gung Rai optimis, jika ini dapat dilakukan, kunjungan wistawan akan terus makin meningkat. “Kini pendapatan Badung dari pariwiasata sudah bermilyar-milyar, sehingga Masyarakat Badung Kembali mendapat bantuan sebagaimana masa normal dulu,” kata Gung Rai.

Baca juga :  Sepakbola SEA Games 2023, Timnas Indonesia Awali Laga Kontra Filipina di Grup A

Kembali kepada prestasi Koster, ia mengatakan yang paling utama secara niskala menata Pura Besakih sehingga menjadi kebanggaan Umat Hindu di dunia. Melanjutkan proyek shortcut ke Buleleng, membangun Tower tertinggi di dunia dan mulai menata Pusat Kebudayaan Bali di Kusamba Klungkung.

Gung Rai juga merasa bangga, sebab selama kepemimpinan Wayan Koster, berhasil menggoalkan UU Provinsi Bali, dan memberi manfaat sehingga dibuat peraturan turunannya berupa Perda Bali. Perda tersebut dapat melakukan pungutan atau melakukan retribusi sebanyak 10 dolar kepada setiap turis asing yang datang ke Bali.

“Apa ini bukan keberhasilan luar biasa? Nggak usah tutup mata dan hatilah. Mengkritik seorang pejabat boleh saja, tetapi apa solusinya?,” tanya tokoh pariwisata Bali itu yang juga pengusaha Hotel di Kuta.

Tokoh pariwisata itu juga mengatakan, kelebihan Wayan Koster mampu melakukan lobi-lobi tingkat tinggi ke Jakarta, sehingga banyak proyek strategis dapat dilaksanakan di Bali. “Keunggulan ini luar biasa, yang tidak dapat dilakukan di daerah lain,” pungkas Gung Rai.

Sebelumnya Ketika perpisahan dengan anggota DPRD Bali, semua Ketua Fraksi di Lembaga legislative itu juga memuji Wayan Koster. Bahkan mereka semua minta supaya Wayan Koster melanjutkan jabatan lima tahun kedua. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.