HAKI Menghindari Pencaplokan Hak Cipta Atas Karya

PENANDATANGANAN nota kesepakatan antara Pemkab Gianyar dengan Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali terkait hak kekayaan intelektual. Foto: ist

GIANYAR – Desain kerajinan tangan kreatif perajin dan seniman Gianyar ditiru perajin dari negara lain, karena hak cipta atas karya itu tidak didaftarkan. Menghindari pencaplokan hak cipta, pemerintah menyikapi dengan pembukaan Gerai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan pola pelayanan aktif.

Hal itu diungkapkan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, Senin (18/4/2022). Sebagai langkah awal, sebutnya, pada saat HUT Kota Gianyar, Pemkab Gianyar menyerahkan surat keputusan tentang kandidat HAKI, dengan seniman atau perajin yang diberikan tersebar di tujuh kecamatan.

Bacaan Lainnya

“Ada 20 ribu seniman dan perajin di Gianyar belum mendaftarkan hasil karyanya pada Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Pemkab Gianyar memfasilitasi sertifikat HAKI kepada seniman dan perajin yang ada di Gianyar,” jelasnya.

Mahayastra menyayangkan banyak hasil karya warga Gianyar yang belum terdaftar dan mudah ditiru, justru dikembangkan di daerah lain, bahkan sampai di negara lain. Parahnya lagi, hak cipta karya itu juga dikantongi bukan oleh penciptanya.

“Kan sayang karya ini belum terdaftar di HAKI, sehingga Pemkab Gianyar mengambil kebijakan memfasilitasi untuk mendapatkan HAKI dan dengan penghargaan Dharma Raksita,” ulasnya.

Dia mencontohkan kerajinan perak di Celuk, yang dengan mudah hasil karya dibuat dengan mesin, sehingga kuantitas produksi sangat banyak. Karena tidak memiliki HAKI, karya tersebut diklaim karya negara luar. Persoalannya, seniman dan perajin di Gianyar tidak mampu memenuhi persyaratan administrasi untuk mendapat HAKI.

Baca juga :  Sekda Rai Iswara Ikuti Vidcon Rakor Targeted Testing dan Tracing Covid-19 dengan Menko Kemaritiman

Untuk pemberian perdana, pemberian HAKI untuk tujuh seniman, satu kecamatan mewakili satu seniman atau perajin. Selanjutnya pemberian HAKI akan dilakukan secara berkala. Tujuh seniman tersebut yakni I Wayan Darya, Agus Teja Santosa, Made Santun, Gusti Ngurah Arya Udianata, Dewa Rai Budiasa, Arya Semadi, Nyoman Manda. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.