Gus Bota Puncaki Dua Poling Cabup Badung, Nihil Figur Perempuan

GUS Bota (dua dari kanan) saat kegiatan pembagian paket beras premium untuk warga di wilayah Badung Selatan, beberapa waktu lalu. Nama Gus Bota memuncaki dua poling di media sosial untuk calon Bupati Badung pada Pilkada 2024. Foto: hen

MENGUPURA – Gus Bota, nama panggilan I Bagus Alit Sucipta, menduduki posisi puncak dalam poling calon Bupati Badung yang dilangsungkan melalui media sosial. Tak hanya satu, melainkan dua poling “dikuasai” anggota Fraksi PDIP sekaligus Sekretaris Komisi 4 DPRD Bali tersebut.

Sayang, dalam poling, yang tidak diketahui pasti siapa pembuatnya, ini tidak ada satu pun figur perempuan yang dimasukkan sebagai alternatif opsi bagi publik. Padahal di Badung terdapat beberapa sosok perempuan politisi, baik di Partai Golkar maupun di PDIP sebagai partai pemenang Pemilu 2019.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data yang dihimpun sampai Selasa (12/4/2022), dalam salah satu poling yang menggunakan aplikasi pollingkita.com mulai 24 Maret 2022, tercatat 11.237 voters atau pemilih yang masuk dengan enam sosok yang ditawarkan.

Gus Bota di posisi pertama dengan 8.456 pemilih (75,3 persen), disusul Ketua DPD Partai Golkar Badung, Wayan Suyasa, dengan 2.561 suara (22,8 persen); kemudian Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa sebanyak 145 suara (1,3 persen). Di posisi keempat terdapat politisi PDIP, AA Gumanti (31 suara); Ketua DPC Partai Gerindra Badung, I Wayan Disel Astawa (19); Ketua DPRD Badung, Putu Parwata (13); dan Kepala Bapenda Badung, Made Sutama sebagai juru kunci dengan 12 suara.

Baca juga :  Selundupkan Penyu Hijau, Sakrani Ditangkap

Dalam poling versi satu lagi yang sama-sama menggunakan aplikasi polingkita.com, nama-nama yang ditawarkan ada sedikit perbedaan. Poling dimulai pada 17 Maret 2022, dan Gus Bota juga bercokol di puncak dengan mengantongi 35.106 voters atau 58,04 persen dari total 60.486 pemilih. Namun, di poling ini nama asli Gus Bota agak berbeda, hanya ditulis sebagai IB Gde Sucita (Gus Bota).

Di posisi kedua nangkring Adi Arnawa dengan 18.634 pemilih (30,8 persen), dan Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, sebanyak 5.335 voters (8,8 persen). Di posisi keempat terdapat nama Made Sutama dengan 744 suara, Wayan Suyasa (503), Putu Parwata (110), dan politisi Partai Demokrat, Made Sunartha (54).

Gus Bota yang dimintai komentar atas hasil poling yang menempatkannya di posisi teratas, terkesan enggan menanggapi. Apalagi pembuat poling tersebut tidak diketahui siapa, dan apa pula tujuannya. Meski begitu, dia tidak memungkiri merasa tersanjung namanya menjadi salah satu opsi untuk dinilai layak atau tidak menjadi calon Bupati Badung pada 2024 mendatang.

“Munafik kalau saya bilang tidak suka melihat hasil poling itu. Paling tidak, itu menandakan apa yang saya kerjakan selaku anggota DPRD Bali selama dua tahun terakhir, ada yang diketahui dan diingat rakyat di Badung,” cetusnya, Selasa (12/4/2022) malam.

Disinggung apakah dengan masuknya nama dalam bursa tak resmi semacam itu akan menariknya untuk “pindah frekuensi” dari legislatif ke eksekutif kelak, dia berkelit dengan berujar tidak mau menjawab pertanyaan spekulatif semacam itu. Alasannya, dia sebagai petugas partai tidak dalam posisi memilih, melainkan ditentukan sepenuhnya oleh partai.

Baca juga :  Serangkaian Tumpek Wariga, Kelurahan Pemecutan Tanam Bambu di Bantaran Tukad Badung

“Jauh, masih jauh kita ngomong 2024. Yang jelas saya sekarang anggota DPRD Bali, jadi saya tegaskan bahwa saya wajib menjalankan tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat dari PDI Perjuangan sebaik-baiknya dulu,” pungkas pendekar silat Bakti Negara tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.