Gubernur Zulkieflimansyah Temui Ridwan Kamil, NTB Siap Gandeng Jabar Kembangkan Industri Kreatif

  • Whatsapp
GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah, didampingi istri saat bertemu dengan Gubernur Jabar di rumah dinas Kang Emil di Bandung, Senin (30/11/2020). Foto: ist
GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah, didampingi istri saat bertemu dengan Gubernur Jabar di rumah dinas Kang Emil di Bandung, Senin (30/11/2020). Foto: ist

MATARAM – Langkah Pemprov Jawa Barat yang telah membentuk Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi, menuai perhatian Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. Direncanakan, Pemprov NTB akan menimba ilmu untuk mengembangkan hal itu. Apalagi, sebentar lagi Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah perhelatan ajang MotoGP dunia di sitkuit Mandalika, Lombok Tengah pada 2021 mendatang.

‘’Ide adanya Komite Industri Kreatf dan Inovasi di bawah Dinas Pariwisata di Jawa Barat adalah sebuah ide yang sangat menarik. Insya Allah, ide ini akan kita tiru untuk bisa dikembangkan di NTB,’’ kata Gubernur Zulkieflimansyah dalam pesan Whatsapp-nya usai bertemu dengan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Senin (30/11/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Bang Zul, dari hasil pembicaraanya dengan Kang Emil selaku Gubernur Jabar, sejatinya Pemprov Jabar siap bekerjasama dengan Provinsi NTB guna mengembangkan industri kreatif. Hal ini dimaksudkan agar kehadiran MotoGP di Mandalika dapat dimaksimalkan oleh masyarakat NTB.

‘’Nantinya, tim dari Jabar akan datang ke NTB untuk melatih anak muda NTB. Tak hanya itu, anak-anak NTB juga akan kita kirim belajar ke Bandung. Teknis program ini akan kita fasilitasi melalui dana pembiayaan dari APBD NTB ke depannya,’’ ujar Gubernur.

Baca juga :  Revitalisasi Pasar Umum Gianyar, Pemilik Toko Solid Tak Ingin Dipecah Belah

Ia menyatakan, skema kerjasama yang akan dilakukan Provinsi NTB dengan Jawa Barat adalah dalam ruang lingkup pengembangan pariwisata, industri pengolahan dan pengembangan UMKM. ‘’Pastinya, saya belajar banyak dari Jawa Barat. Karena mereka mampu menyembuhkan industri ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19. Selanjutnya, mereka mampu melakukan adaptasi ulang pascapandemi Covid-19,’’ jelas Bang Zul.

‘’Yang jelas, adanya Covid-19 ini tidak boleh membuat kita berhenti untuk berkarya, kita buktikan, UKM NTB mampu bangkit dan berlari. Tentunya, dengan terus meningkatkan kemampuan wirausaha, meningkatkan kualitas produk dan memperluas daya saing serta akses pasar,’’ sambung Gubernur menegaskan.

Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Jabar sendiri memiliki dasar hukum yakni Peraturan Daerah Nomor 17/2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Peraturan Gubernur Jabar Nomor 83/2019 tentang Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Jabar serta Keputusan Gubernur Jabar Nomor 064/Kep.288-Disparbud/2020 tentang Bagian Struktur Organisasi dan Susunan Personalia Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Jabar.

Selain itu, adalah satu tugas (komite) adalah ekonomi inklusif oleh kreativitas, merevolusi digitalkan desa sehingga menjadi pilihan bagi para lulusan perguruan tinggi agar tidak semua (bekerja) di kota, tapi ada pemikiran baru tinggal di desa tapi tetap terkoneksi ke dunia. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.