MATARAM – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, akan mengutamakan kader untuk mengikuti Pilpres 2024. Salah satu yang dielus-elus dalam bursa internal PKS adalah Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. “Sesuai amanah Munas, kami upayakan capres-cawapres kader sendiri,” tegasnya dalam siaran tertulis, Senin (24/5/2021).
Kata dia, PKS saat ini mendorong para kader meningkatkan popularitas dan elektabilitas agar dapat menjadi nomine di Pilpres. Jika gagal, dia melihat realitas politik yakni akan berat bagi partai jika memaksakan hal tersebut.
Ketua DPP Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan PKS, Al Muzammil Yusuf, menambahkan, jika ambang batas pencalonan presiden nol persen, partainya dipastikan mengusung kader sendiri pada Pilpres 2024. Namun, karena ambang batas pencalonan 20 persen, PKS mempertimbangkan dinamika sebelum memutuskan tokoh yang akan diusung.
Di kesempatan terpisah, Zulkieflimansyah menilai masuknya dia dalam bursa kader internal PKS sebagai kandidat di Pilpres 2024 bukan hal mustahil dan luar biasa. Terlebih, dia adalah kader partai. Yang tidak punya partai saja berani, apalagi punya partai. Yang jelas dia mendaku tidak ambisius mengejar tiket ke Pilpres.
Kata dia, partai harus menyiapkan berbagai strategi dalam menghadapi Pileg 2024 yang digelar serentak dengan Pilpres. Salah satunya dengan mulai menyiapkan kader terbaik mereka. “PKS akan serius supaya partai ini juga diperhitungkan. Semua partai akan realistis, karena Pileg dan Pilpres itu bersamaan. Semua partai berusaha menampilkan calonnya bukan sekadar ingin memenangkan Pilpres, tapi untuk menyelamatkan suara Pileg,” urainya.
Soal kansnya untuk tampil sebagai capres/cawapres, politisi yang akrab disapa Bang Zul itu mendaku semua orang punya peluang yang sama, termasuk dirinya. Meski, dia dari daerah dengan basis suara yang kecil sekalipun. rul
























