Gubernur Koster Klaim Kasus Covid-19 di Bali Tertangani dengan Baik

  • Whatsapp
GUBERNUR Bali, Wayan Koster. Foto: ist
GUBERNUR Bali, Wayan Koster. Foto: ist

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengklaim pandemi Covid-19 di Bali telah dapat ditangani dengan baik. Menurutnya, hal ini ditandai dengan terkendalinya kasus positif baru yang rata-rata berada di bawah 100 kasus per hari, meningkatnya angka kesembuhan yang mencapai di atas 90 persen, dan terkendalinya  angka kematian yang kurang dari 5 orang per hari.

‘’Bahkan Bali termasuk kategori daerah dengan tingkat kesembuhan tertinggi di Indonesia,’’ kata Koster dalam keterangan tertulis pidato akhir tahun 2020 dan menyongsong tahun baru 2021, Kamis (31/12/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut Koster, pencapaian yang baik ini berkat kerja keras dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Kejati Bali. Selain itu juga berkat dukungan pemerintah kabupaten/kota, Majelis Desa Adat, Parisada Hindu Dharma Indonesia, desa adat, dan desa/kelurahan se-Bali serta gotong-royong berbagai komponen masyarakat. ‘’Bali bahkan menjadi percontohan yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penanganan Covid-19 dengan memberdayakan desa adat melalui pembentukan Satgas Gotong-Royong,” tutur Koster.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ini menuturkan, Pemerintah Provinsi Bali telah berhasil melaksanakan berbagai upaya dan program penanganan Covid-19 beserta dampaknya terhadap masyarakat. Berbagai upaya dan program tersebut anggarannya bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali.

Baca juga :  Suwirta Gaungkan Tahun 2021 Fokus Tuntaskan Kemiskinan

Di antaranya, upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan semakin memperketat pemberlakuan protokol kesehatan; peningkatan kapasitas layanan uji swab berbasis PCR dan rapid test (tes cepat) antigen; peningkatan kualitas layanan pasien Covid-19 dengan menyediakan fasilitas karantina dan rumah sakit rujukan yang dilengkapi dengan sarana prasarana dan tenaga medis yang memadai.

Upaya dan program penanganan Covid-19 juga dilakukan dengan memberi insentif bagi tenaga medis dan non-medis; penanganan dampak Covid-19 terhadap ekonomi berupa bantuan sosial tunai sebesar Rp78,1 miliar kepada 43.400 kelompok IKM/UKM/UMKM. Termasuk juga bantuan sebesar Rp16,3 miliar kepada 1.407 koperasi, dan bantuan sosial tunai sebesar Rp 13,1 miliar lebih kepada 7.287 orang pekerja formal yang terkena PHK atau dirumahkan.

Selain itu, juga penanganan dampak Covid-19 terhadap masyarakat berupa bantuan sosial pendidikan sebesar Rp24,8 miliar kepada 19.882 siswa SD, SMP, SMA/SMK/SLB, dan kepada 9.423 mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta.

Koster menambahkan, hal penting yang patut diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Bali berhasil memperjuangkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial yang telah direalisasikan sebesar Rp2,5 triliun lebih bersumber dari APBN Pemerintah Pusat. Bantuan itu di antaranya, Program Kartu Prakerja dengan anggaran sebesar Rp404 miliar lebih untuk 113.899 orang pekerja; dan bantuan subsidi upah dengan anggaran sebesar Rp630 miliar lebih untuk 262.711 orang pekerja.

Terdapat juga Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan anggaran sebesar Rp397 miliar lebih untuk 108.499 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) realisasi sampai Desember; Bantuan Sosial Pangan (BSP) dengan anggaran sebesar Rp246 miliar lebih untuk 159.358 KPM realisasi sampai November; Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan anggaran sebesar Rp315 miliar lebih untuk 94.340 KPM, realisasi sampai Desember.

Baca juga :  Ratusan Mobil Angkutan di Gianyar Disemprot Disinfektan

Tak hanya itu, juga terdapat Bantuan Sosial Beras (BSB) 3.895 ton lebih untuk 86.566 KPM Program Keluarga Harapan selama tiga bulan dari Agustus, September, dan Oktober tahun 2020 masing-masing 15 kg/bulan); Bantuan Sosial Tunai non-PKH dengan anggaran sebesar Rp40 miliar lebih untuk 81.034 KPM; dan Bantuan Produksi Usaha Mikro (BPUM) dengan anggaran sebesar Rp520 miliar lebih untuk 216.000 usaha mikro.

Perjuangan Dana Hibah Pariwisata

Gubernur Koster juga mengungkapkan terkait penanganan dampak Covid-19 terhadap pariwisata. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali juga telah melakukan terobosan dan berhasil memperjuangkan dana hibah pariwisata yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota dan pelaku usaha pariwisata dengan total anggaran sebesar Rp1,183 triliun bersumber dari APBN sebesar Rp948 miliar lebih untuk Kabupaten Badung dan sisanya untuk kabupaten/kota lainnya.

“Dalam menghadapi situasi sulit akibat dampak Covid-19 Kita harus tetap bersemangat. Semangat inilah yang memacu upaya untuk membantu masyarakat dengan berbagai inovasi kegiatan,’’ ujarnya.

Inovasi kegiatan tersebut antara lain Pasar Gotong-Royong Krama Bali sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali. Pasar Gotong Royong inidiselenggarakan oleh semua perangkat daerah Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan unit kerja pemeritah pusat di Bali. Selain itu juga dilaksanakan pameran lukisan secara virtual, pameran UMKM secara virtual, dan pameran UMKM secara konvensional pada 4 – 31 Desember 2020 bertempat di Taman Budaya Provinsi Bali oleh Dekranasda Provinsi Bali dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.