Forki Bali Target Dua Emas di PON Papua

  • Whatsapp
KETUA Umum Pengprov Forki Bali, Ketut Rochineng, dengan tiga karateka yang akan berlaga dalam PON Papua 2021. Foto: alt
KETUA Umum Pengprov Forki Bali, Ketut Rochineng, dengan tiga karateka yang akan berlaga dalam PON Papua 2021. Foto: alt

DENPASAR – Pengprov Forki Bali menargetkan mendulang dua medali emas dalam PON Papua yang rencanakan digelar Oktober 2021 ini. Berbagai persiapan pun telah dilakukan oleh para karateka agar bisa meraih target tersebut. Bahkan merencanakan try out ke luar Indonesia.

Ketua Umum Pengprov Forki Bali, Ketut Rochineng; didampingi Sekum Forki Bali, Ardy Ganggas, mengungkapkan, saat ini para karateka telah mengikuti Pelatda untuk persiapan PON tersebut. “Jadi kesiapan atlet kita sudah memasuki tahapan Pelatda, resmi desentralisasi semua. Dan tahun ini juga melakukan kami melakukan program basic dengan mengikuti try out baik daerah, nasional hingga internasional,” ungkap Rochineng di Denpasar, Jumat (1/1/2021).

Bacaan Lainnya

Rochineng berkata, kesiapan para karateka sudah mencapai 50 persen. “Kami mendahului melakukan pelatihan-pelatihan, mengingat dojo yang kita miliki cukup banyak dengan fasilitas yang cukup memadai,” ujarnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pihaknya menargetkan mampu meningkatkan raih medali emas dalam PON Papua menjadi dua medali emas. “Minimal dua emas. Karena PON sebelumnya, kita hanya mampu meraih satu emas, satu perak dan dua perunggu,” sebutnya.

Kata dia, raihan medali itu masih dijagokan disumbang oleh karateka Cokorda Istri Agung Sanistya Rani alias Coki yang akan turun di Kumite 55 kg, sedangkan alternatif kedua dari kejuaraan beregu putri, kata beregu, dan juga kata pereorangan.

Baca juga :  Catat! Piala Eropa 2020 Siap Digelar 11 Juni - 11 Juli 2021

Menurut dia, saingan terberat Coki yaitu DKI dan Aceh. “Sudah sering bertemu melakukan pertandingan, sehingga sudah mengetahui kelemahan dan juga keunggulan dari DKI dan Aceh. Tapi saya tidak ada keraguan karena Coki sudah sering bertanding ke tingkat internasional, seperti di Itali, Ubekistan, Spanyol. Hampir semua sudah dijajal sama Coki. Saya optimis dengan Coki,” lugasnya.

Rochineng juga mengungkapkan, Coki juga menjadi satu-satunya karateka andalan Bali yang akan diplot dalam ajang SEA Games di Vietnam dan juga Olimpyade di Jepang. “Kualifikasinya sudah mulai untuk Olimpyade. Jadi kita ini sangat bertumpu pada Coki, karena hanya dia satu-satunya. Tetapi untuk selanjutnya, kita bisa mencetak karateka lainnya,” bebernya.

Ditambahkannya, Forki Bali akan sangat men-support penuh para karateka yang akan mengikuti ajang tersebut. Baik fisik hingga spiritual karateka. “Semua kita curahkan secara penuh untuk kesuksesan para atlet, sehingga Bali mempunyai nama. Karena sebelum-sebelumnya, tak pernah Bali meraih medali emas di PON, hanya Coki yang meraih, sehingga kami support secara penuh,” jelasnya.

Sementara di tengah pandemi ini, pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat dalam melakukan pelatihan. Suhu tubuh karateka di ukur, kemudian melakukan cuci tangan dan juga memakai masker. “Kami melakukan metode, cara-cara untuk mengantisipasi agar apar atlet terhindar dari paparan virus ini, sehingga kami sudah melakukan pelatihan secara tatap muka di beberapa tempat,” pungkasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.