GTPP Bali: Cegah Penularan Covid-19 Menjadi Tanggung Jawab Seluruh Masyarakat!

  • Whatsapp
POSBALI/IST Dewa Made Indra
KETUA Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra. foto: ist

DENPASAR – Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menegaskan, dalam upaya pengendalian dan pencegahan penularan covid-19, bukan semata hanya tugas pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.

Hal tersebut diungkapkan Dewa Indra, menyikapi semakin meningkatnya penambahan kasus terkonfirmasi positif dalam beberapa hari ini, terutama melalui transmisi lokal. ”Kasus positif melalui transmisi lokal terus meningkat tajam, hari ini secara kumulatif sebanyak 6.146 kasus atau 93,85%,” ujar Dewa Indra, Selasa (8/9/2020).

Bacaan Lainnya

Menyikapi kondisi itu, Gubernur Bali telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (covid-19) Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan.

Pergub 46 tersebut sudah diberlakukan sejak Senin (7/9/2020), dimana besaran dendanya Rp100.000 untuk bagi perorangan yang tidak memakai masker dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

“Untuk itu, marilah kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” tandas Dewa Indra yang juga Sekda Provinsi Bali ini.

Baca juga :  Yon Zipur 18/YKR Gianyar Simulasikan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Sementara terkait perkembangan pandemi Covid-19, Selasa (8/9/2020), GTPP mencatat pertambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 164 orang terdiri 163 transmisi lokal dan 1 PPLN, kasus sembuh sebanyak 114 orang, dan 12 pasien terkonfirmasi meninggal dunia.

“Secara kumulatif, kasus terkonfirmasi positif menjadi 6.549 orang, sembuh 5.225 orang (79,78%), dan pasien meninggal dunia menjadi 128 orang (1,95%). Sedangkan kasus aktif atau dalam perawatan menjadi 1.196 orang (18,26%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” pungkas Dewa Indra. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.