MANGUPURA – Munculnya paket Diatmika-Muntra untuk dijadikan penantang petahana di Pilkada Badung, membuat semringah Partai Golkar Badung. Meski duet tersebut masih sebatas wacana karena belum resmi, kehadirannya membuktikan koalisi yang digalang Golkar, Gerindra dan Nasdem itu dilirik tokoh masyarakat di Badung. Pun diyakini ada kapabilitas menyaingi hegemoni Giri Prasta-Suiasa sebagai petahana.
Plt Ketua DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa, yang dimintai komentar mengaku sangat mengapresiasi jika paket itu benar terwujud sebagai jagoan koalisinya. Apalagi koalisi memang menjaring tokoh masyarakat dan tokoh politik sejak Januari 2020 lalu, tapi sampai sekarang belum ada resmi mendaftar. “Bila (paket) itu benar, kami sangat berterima kasih sekali. Itu membuktikan koalisi yang kami bangun mendapat tempat di hati masyarakat,” cetusnya, Rabu (22/7/2020).
Terlepas perbedaan pandangan dan warna politik di koalisi, dia berharap semua menghargai bila benar Diatmika-Muntra resmi sebagai pasangan yang diusung koalisi. Kehadiran penantang juga akan menjadi penegas pesta demokrasi benar terjadi di Badung. Dia menggaransi Golkar dan mitra koalisi membuka pintu lebar untuk digunakan sebagai kendaraan politik.
Mengenai sikapnya sebagai nakhoda Golkar tapi justru tidak dimunculkan sebagai kandidat, Suyasa menegaskan tidak ada masalah sama sekali. Justru dia berterima kasih karena Golkar tetap mendapat perhatian dari tokoh masyarakat. “Terganggu? Oohh tidak sama sekali. Kami malah bangga koalisi dengan 25 persen suara di Badung ini dipercaya sebagai wadah politik. Kami berikan tempat siapa saja yang hendak mengabdi untuk membangun Badung, sekaligus jembatan sebagai calon untuk menantang petahana,” ungkap Wakil Ketua DPRD Badung itu.
Sekretaris DPD Partai Golkar Bali, Made Dauh Wijana, di kesempatan terpisah menyatakan hal senada. Dia menuturkan, paket itu bergulir dari perkembangan politik yang ada, dan didukung beberapa tokoh. Menurutnya, Golkar sangat mengapresiasi, merespons hangat, dan berharap prosesnya sudah berkoordinasi dengan mitra koalisi di Badung.
Kemunculan sosok Diatmika, sambungnya, merupakan representasi dari kalangan profesional, karena memiliki latar belakang notaris. Diatmika juga disebut memiliki pengalaman di organisasi. “Sangat bagus. Kalau bisa dipaketkan kader kami, Pak Muntra, Golkar akan siap mengawal dengan baik,” serunya.
Disinggung mengapa justru Muntra “dipasang” sebagai calon Wakil Bupati, Dauh Wijana berkata semua itu masih berproses secara politik. Sejauh ini posisi nomor 1 dan 2 masih sebatas wacana, karena belum ada proses resmi. Untuk memastikan paket itu kelak, jika kemudian benar mereka mendaftar, adalah dengan dengan metode survei.
Dalam pandangannya, posisi 1 dan 2 tidak lepas dari kefiguran tokoh itu. Selain itu juga kesepakatan mereka berdua untuk tandem. Bahwa wacana itu beredar dengan komposisi sekarang, ada pertimbangan tertentu yang mesti diperhitungkan. Antara lain sebaran pendukung di wilayah utara dan selatan, kapasitas pengalaman, dan sebagainya. Singkat kata, partai secara resmi belum ada menentukan mana calon Bupati dan mana Wakil Bupati.
Satu hal yang diperhatikan, sosok yang muncul diyakini memiliki keseriusan memikirkan kondisi Badung saat ini. Dia juga yakin Diatmika dan Muntra sudah ada komunikasi dan kesepakatan internal. “Soal posisi itu bisa diselesaikan dengan baik untuk mendapat terbaik bagi masyarakat Badung. Kalau resminya sih tetap menunggu survei partai,” tandasnya. hen
























