Golkar Sangat Terbuka Calonkan Giri dan Koster, Pilih Kandidat Sesuai Aspirasi Masyarakat

  • Whatsapp
Gde Sumarjaya Linggih. Foto: hen
Gde Sumarjaya Linggih. Foto: hen

DENPASAR – Pernyataan Ketua DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa, yang berujar partainya bisa saja mengusung Giri Prasta sebagai calon Gubernur pada Pilgub Bali 2024, mendapat sinyal positif dari DPP Partai Golkar. Korwil DPP Partai Golkar Bali-Nusra, I Gde Sumarjaya Linggih, menegaskan Golkar sangat terbuka peluang mencalonkan Giri Prasta.

“Bisa saja, Golkar sangat terbuka dan milik publik, makanya sering disebut PT go public,” kelakarnya usai sosialisasi asuransi finansial untuk para wirausaha muda di Denpasar, Selasa (26/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Demer, sapaan akrabnya, Golkar dalam menentukan calon satu kontestasi politik niscaya melihat kehendak masyarakat. Hal itu diklaim sesuai slogan Golkar yakni “Suara rakyat suara Golkar”. Ketika ada figur yang bagus, menarik untuk dipilih, Golkar pasti akan mencalonkan sosok itu.

Soal bahwa jika itu terjadi akan ada kesan Golkar membajak kader partai lain, sambil tersenyum Demer berujar hal itu tidak masalah. Sebab, konteksnya adalah kepentingan masyarakat. “Kalau masyarakatnya senang, gimana?” jawab Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu dengan ekspresi kalem.

Pada prinsipnya, urai Demer, partai merupakan organisasi massa yang berperan menyalurkan apa yang menjadi keinginan masyarakat. Caranya dengan mendengarkan apa aspirasi masyarakat yang berkembang. Dia mencontohkan bagaimana Golkar memilih ikut mendukung Giri Prasta saat Pilkada Badung 2020, begitu juga saat Pilkada 2015 silam. Alasannya, saat itu hasil survei Giri memang bagus dan dianggap berkualitas untuk menang.

Baca juga :  Satyameva Upare Sikha, SMPN 2 Denpasar ''is Where Learning Begins''

Demi mendukung Giri kala itu, Golkar bahkan memilih menepikan kadernya sendiri saat itu. Meski begitu, kemesraan Golkar dengan Giri itu belum tentu berlanjut sampai ke Pilgub Bali. “Belum, belum. Kami akan lihat dulu nanti,” kelitnya.

Disinggung pernyataannya mendukung Giri itu dapat membuat kader internal kecewa, Demer hanya tertawa. Dia menegaskan, jangankan Giri Prasta, bisa saja Golkar mendukung petahana Wayan Koster untuk periode kedua jika memang bagus nanti. “Itu kalau bagus. Kalau jelek ya ditinggal,” sahutnya sembari terkekeh.

Membincang kekuatan internal partainya menatap Pilgub Bali, Demer menilai banyak kader Golkar yang siap tanding. Nanti tinggal melihat di hasil survei seperti apa. Satu di antara kader itu disebut Nyoman Sugawa Korry, Ketua DPD Partai Golkar Bali. Dia malah mendaku mendorong Sugawa untuk maju ke kontestasi jika ada aspirasi masyarakat yang berkembang. “Dia juga rajin turun ke bawah karena tanggung jawab sebagai Ketua DPD,” pujinya.

Ditegaskan kembali Pilgub Bali bisa terjadi fenomena paslon versus kotak kosong jika Golkar bergabung dengan PDIP, Demer lagi-lagi tertawa. Dia berujar sejauh ini Golkar belum menentukan sikap, tapi pada saat yang sama segala kemungkinan bisa terjadi, dan apapun bisa terjadi. Bila memang harus terjadi paslon melawan kotak kosong, hal itu pun dinilai sah-sah saja.

“Politik itu dibilang the art of possible, seni segala kemungkinan. Mendukung Koster saja mungkin. Kalau dia merasa tidak kuat, kita (Golkar) yang nomor satu di sini,” tandasnya, mengutip pendapat Kanselir Jerman, Otto von Bismarck. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.