Kesulitan Angkutan Danau, Masyarakat Terobos Jalan Darat

  • Whatsapp
MASYARAKAT Desa Abang Batudingding, Desa Abang Songan, dan Desa Terunyan nekat menerobos blokade jalan di titik pertama longsor. Tindakan ini dilakukan lantaran masyarakat kesulitan angkutan danau pada jam-jam tertentu, seperti malam hari dan pagi hari. Foto: gia

BANGLI – Masih berlakunya tanggap darurat hingga (29/10/2021), membuat masyarakat Desa Abang Batudingding, Desa Abang Songan dan Desa Terunyan nekat menerobos blokade jalan di titik pertama longsor. Tindakan ini dilakukan lantaran masyarakat kesulitan angkutan danau pada jam-jam tertentu, seperti malam hari dan pagi hari.

Camat Kintamani, I Wayan Bona, Selasa (26/10/2021) membenarkan adanya warga yang menerobos blokade itu. Sesuai informasi yang didapat dari warga, memang sejumlah warga nekat menerobos jalan darat gegara kesulitan angkutan pada jam-jam tertentu.

Bacaan Lainnya

“Aktivitas masyarakat kami di sana cukup padat, anak-anak muda banyak yang bekerja di luar. Nah, saat pulang mereka kesulitan angkutan danau, maka terpaksa melalui jalan darat,” jelas Bona.

Apa yang dilakukan warga itu, kata dia, memang sangat berbahaya di tengah masih labilnya longsoran di titik perbatasan Desa Buahan dengan Abang Batudinding. Karena itu juga, sambungnya, ketika ada reruntuhan material, warga yang menerobos itu terpaksa berhenti.

Kondisi ini membuat pihaknya jadi dilematis. “Di satu sisi, lokasi itu membahayakan. Sementara di sisi yang lain, kepentingan atau aktivitas warga mencari nafkah di luar tidak boleh terhenti,” katanya.

Baca juga :  Vaksinasi Atlet Prioritas Siap Digelar Pekan Ini

Dia berharap di lokasi longsor pertama ditempatkan penjagaan. Ketika ada pergerakan material, maka bisa dengan mudah dikomunikasikan dengan warga. Dengan demikian hal-hal yang membahayakan warga bisa dihindari. “Kami berharap hal ini bisa secepatnya dicarikan jalan keluar, terutama saat musim hujan nanti,” pintanya.

Disinggung jumlah angkutan danau, sambungnya, selain masih kurang, keberangkatan boat yang ada mesti diatur lagi. Dia berkata tentu boat akan berangkat bila jumlah penumpang dianggap cukup. “Angkutan akan jalan ketika penumpangnya ada sekitar delapan orang, jadi kalau baru satu orang tentunya harus menunggu,” urainya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.