Golkar Bali Nilai Pencapresan Airlangga Panggilan Sejarah

  • Whatsapp
SUGAWA Korry (kanan) bersama Gede Sumarjaya Linggih (Demer) dan fungsionaris Partai Golkar saat Rakernas dan Rapimnas di DPP Partai Golkar. Foto: ist
SUGAWA Korry (kanan) bersama Gede Sumarjaya Linggih (Demer) dan fungsionaris Partai Golkar saat Rakernas dan Rapimnas di DPP Partai Golkar. Foto: ist

DENPASAR – Pilpres 2024 memang masih jauh, tapi tampilnya Ketua Umum partai Golkar, Airlangga Hartarto, sebagai kandidat Presiden dinilai memiliki nilai strategis. Alasannya, pencapresan Airlangga merupakan panggilan sejarah untuk mengatasi kesulitan negara.

“Itu sama dengan tahun 1964, ketika Sekber Golkar dibentuk karena panggilan negara untuk mengatasi masalah bangsa pada saat itu,” kata Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, usai menghadiri Rakernas dan Rapimnas Partai Golkar, Jumat (5/3).

Bacaan Lainnya

Sebagai catatan, Sekber Golkar dibentuk oleh TNI AD tahun 1964 untuk mengimbangi kekuatan PKI yang saat itu menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia, dan ikut dalam pemerintahan Presiden Soekarno. Sekber Golkar terdiri dari puluhan organisasi kekaryaan, dan mengalami perjalanan panjang sampai kemudian menjadi Partai Golkar.

Masih terkait panggilan sejarah, Sugawa berkata saat ini Indonesia juga sedang menghadapi tantangan sangat berat, yakni bagaimana mengatasi Covid-19 dan dampak ikutannya. Dia memuji Airlangga dalam jabatan Menko Perekonomian dipercaya sebagai panglima terdepan untuk mengatasi Covid-19, pun terwujudnya UU Cipta Kerja.

“Kami berkeyakinan Covid bisa diatasi segera, dan Undang-Undang Cipta Kerja menunjukan hasil positif untuk pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan begitu simpati dan dukungan kepada Pak Airlangga Hartarto akan meningkat signifikan,” ulas Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Baca juga :  5 Kasus Positif Covid-19 di Denpasar, 4 PMI, 1 Orang Punya Riwayat Perjalanan dari Buleleng

Lebih jauh dipaparkan Sugawa, Rakernas dan Rapimnas yang dibuka Airlangga diawali dengan syukuran selesainya gedung baru DPP Partai Golkar, sekaligus dijadikan kampus Golkar Institute. Ketum dalam arahannya, kata Sugawa, mensyukuri karena dalam Pilkada 2020 memenangkan 61 persen. Dengan adanya gedung DPP termegah dan terbesar itu, Airlangga berharap semangat kader makin kuat untuk meraih suara dan prestasi terbesar.

Saat menyampaikan pandangan umum DPD Partai Golkar Bali, Sugawa juga melaporkan konsolidasi partai mulai musda provinsi, musda kabupaten/kota dan muscam di 57 kecamatan telah selesai dilaksanakan. Semuanya dengan hasil aklamasi. Dia berujar musyawarah desa dan pembentukan kader/pokkar di tingkat dusun selesai dilaksanakan pada akhir Juni mendatang.

Terkait kebijakan Airlangga sebagai Menko Perekonomian yang membebaskan bea masuk barang mewah kendaraan bermotor, Sugawa melayangkan apresiasi. Melalui kebijakan itu, sebutnya, diharapkan pendapatan asli daerah provinsi se-Indonesia bisa terbantu melalui kenaikan pendapatan dari bea balik nama dan pajak kendaraan bermotor.

“Dengan begitu, APBD provinsi bisa digerakkan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, baik melalui government expenditure maupun melalui belanja pembangunan lainnya,” ulas Sugawa.

Di akhir pemandangan umumnya, Sugawa menyerahkan tiga buku kepada Airlangga. Pertama, buku laporan lengkap konsolidasi organisasi partai, dan isu strategis daerah. Kedua, buku strategi pembangunan ekonomi Bali pasca-Covid-19. Ketiga, rumusan dan kesimpulan pemajuan serta penguatan desa adat. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.