DENPASAR – DPD Partai Golkar Bali kian percaya diri (pede) mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon Presiden pada Pilpres 2024 mendatang. Optimisme itu lahir, selain karena soliditas internal kian mengkristal, turun gunungnya para tokoh senior Golkar seperti Aburizal Bakrie diyakini memberi suntikan kekuatan saat proses kontestasi. Hal itu diutarakan ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, Senin (14/2/2022).
“DPD Partai Golkar Bali bulat, utuh, dan yakin mendukung Pak Airlangga capres 2024. Selain karena beliau sosok kader Golkar yang pencalonannya diputuskan saat Munas dan Rapimnas, pertemuan Ketua DPD seluruh Indonesia di Semarang pada 30 Januari lalu kian meneguhkan semangat kami,” sebutnya didampingi pengurus DPD.
Menurut Sugawa, sosok sang Ketua Umum Partai Golkar itu dipandang berhasil membesarkan partai sekaligus dipercaya publik menjalankan amanah pemerintah untuk penanggulangan Covid-19. Pula untuk pemulihan ekonomi. Singkanya, sangat diterima di internal partai dan diyakini punya kapasitas serta kapabilitas mumpuni untuk berjuang pada Pilpres mendatang.
Semangat dan motivasi kader di Bali, sambungnya, terlecut ketika Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Aburizal Bakrie, lugas dan tegas berada di garis depan membela perjuangan Airlangga. Kondisi ini membuktikan tokoh senior berada dalam satu barusan rapat. Termasuk senior partai seperti Akbar Tanjung dan Luhut Binsar Pandjaitan turut solid mendukung.
Soal adanya isu minor di luar, selain menilai itu bagian dari proses ujian soliditas Golkar, Sugawa mengklaim partai tetap besar dan tidak akan terusik dengan dinamika semacam itu. “Kami di Bali sampai tingkat desa solid berjuang memenangkan Pak Airlangga,” lugasnya.
Dewan Pertimbangan Golkar Bali, AAN Wiryanata, pada kesempatan yang sama berpesan agar Golkar Bali intens berkomunikasi sampai ke bawah untuk memuluskan misi pencapresan Airlangga. “DPD Golkar Bali agar menugaskan kader sampai ke tingkat desa, karena kita klop punya pengurus di seluruh Bali. Sumber suara itu dari desa, maka saya minta mulai kerja keras turun ke bawah sesuai kehendak masyarakat,” ucapnya.
Disinggung popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas Airlangga sejauh ini masih rendah, bahkan lebih rendah dari Agus Harimurti Yudhoyono, Sugawa lagi-lagi menebar optimis. Dia mengklaim kajian internal dan respons publik atas partai dan figur Airlangga justru menunjukkan grafik meningkat. Sisa dua tahun menuju Pemilu 2024 dirasa cukup untuk konsolidasi sekaligus meningkatkan elektabilitas Airlangga.
“Dua tahun sangat cukup untuk konsolidasi, dan tahun 2022 ini gerak Golkar lebih intensif, termasuk para senior, merapatkan barisan untuk meningkatkan elektabilitas dan menang. Dulu calon kami cuma enam bulan, sekarang digarap dua tahun tancap gas konsolidasi struktur partai sampai tingkat dusun,” papar Sugawa.
Bagaimana jika ada kader mbalelo yang berupaya menyaingi Airlangga untuk menjadi capres? Sugawa mendaku mendesak agar ada tindakan tegas sesuai peraturan organisasi. “Kami jelas ingin keputusan Munas dan Rapimnas itu diamankan. Jadi, siapa pun yang keluar dari itu harus ditindak tegas,” pungkasnya. hen
























