Grisda Art Festival SMP PGRI 2 Denpasar

KASEK Ayu Sri Wahyuni menyerahkan piagam penghargaan juara Grisda Arta Festival. Foto: ist
KASEK Ayu Sri Wahyuni menyerahkan piagam penghargaan juara Grisda Arta Festival. Foto: ist

DENPASAR – Pandemi Covid-19 tak menyurutkan SMP PGRI 2 Denpasar untuk berkreativitas. SMP PGRI 2 Denpasar yang dikenal dengan Grisda, Senin (14/2/2022) menggelar Grisda Art Festival.

Grisda Art Festival serangkaian memeriahkan HUT ke-234 Kota Denpasar dan Bulan Bahasa Bali yang digelar secara blended learning ini dibuka Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, S.Pd. Lomba yang digelar di antaranya, mesatua Bali, pidarta bahasa Bali, lagu pop Bali, dan lomba tiktok intern dan ekstern melibatkan siswa SD se-Kota Denpasar.

Read More

Kasek Sri Wahyuni mengungkapkan agenda tahunan ini merupakan penjabaran dari visi sekolah ini sebagai sekolah unggulan yang berlandaskan pada TI dan budaya. Grisda Art Festival kali ini mengambil tema “Think Globaly, Act Locally”.

Pada era globalisasi ini, kata dia, tradisi budaya lokal wajib dijaga. Ia mengakui, globalisasi saat ini sudah masuk di berbagai sektor. Tidak saja di sektor pendidikan, juga sudah masuk di sektor budaya dan adat di Bali.

Karena itu, sebagai krama Bali tak boleh lupa dengan jati diri sebagai manusia Bali untuk menjaga budaya dan adat Bali. Utamanya para pemuda (siswa) harus ikut melestarikan seni dan budaya Bali.

Sri Wahyuni menekankan kepada siswa bahwa ada tiga hal yang perlu dipakai sesuluh. Pertama, agama dipakai sebagai media yang membuat makna hidup lebih terarah. Kedua, budaya yang menghaluskan kehidupan dengan polesan emosional dan intelektual, dan ketiga, teknologi dipakai untuk mempermudah hidup manusia. Hanya semua itu harus dijalankan di jalan dharma. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.