Golkar Bagikan APD, Gaji Anggota Fraksi Dipangkas 75 Persen

GDE Sumarjaya Linggih menyerahkan APD kepada kader Partai Golkar untuk dibagikan di puskesmas daerah masing-masing. Foto: Ist
GDE Sumarjaya Linggih menyerahkan APD kepada kader Partai Golkar untuk dibagikan di puskesmas daerah masing-masing. Foto: Ist

DENPASAR – Pengurus DPP Partai Golkar asal Bali ikut turun tangan menanggulangi pandemi Covid-19 di Bali. Rabu (8/4/2020), DPP menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk paramedis di puskesmas di Bali. Selain itu juga dibagikan bantuan tangki air dan wastafel pembersih tangan untuk dipasang di tempat umum.

Bantuan APD diserahkan Koordinator Pemenangan Pemilu Wilayah Bali, NTB, NTT DPP Partai Golkar, Gde Sumarjaya Linggih (Demer) kepada ketua DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Bali. Selanjutnya disalurkan ke puskesmas yang butuh di daerah masing-masing. Turut hadir Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry; serta Ketua Satgas Covid-19 DPD Partai Golkar Bali, Komang Agus Satuhedi.

Bacaan Lainnya

Demer mengatakan, tenaga medis di puskesmas juga butuh APD untuk melindungi diri dari Covid-19. Kata dia, masyarakat banyak memeriksakan diri di puskesmas, dan bukan tidak mungkin ada yang sudah terpapar Covid-19. “Karena itu mereka juga butuh APD, bukan hanya tenaga medis di rumah sakit tapi juga di puskesmas,” jelasnya.

Sugawa Korry menambahkan, puskesmas disasar bantuan karena rumah sakit sudah mendapat bantuan APD dari pemerintah, termasuk dari masyarakat. “Tapi APD untuk puskesmas belum banyak, makanya kami bantu puskesmas yang butuh. Kami ingin tenaga medis di puskesmas juga terjaga kesehatannya,” katanya.

Baca juga :  Pengakhiran Pemeriksaan Interim LKPD 2021 di Tabanan

Upaya lain dari partai yang dinakhodai Airlangga Hartarto ini untuk menyumbang peran melawan Corona yakni dengan memangkas 75 persen gaji anggota fraksinya di parlemen seluruh Bali. Gaji itu dipotong selama tiga bulan mulai bulan Mei. Kebijakan internal DPD Partai Golkar Bali ini, menurut Sugawa, sudah disetujui DPP Partai Golkar. “Gaji anggota DPRD dari Fraksi Golkar se-Bali dipotong 75 persen untuk bulan Mei, Juni, dan Juli,” terangnya.

Dana hasil potong gaji anggota itu, urainya, digunakan secara langsung untuk membantu APD atau kebutuhan lain demi pencegahan penularan Covid-19 di masing masing kabupaten/kota. Jadi, kata Sugawa, uang tersebut tidak disetor lagi ke DPD. Pengawasan penggunaan uang itu, jelasnya, dengan melaporkan kegiatan yang dilakukan dan memberi laporan kepada DPD di masing-masing kabupaten/kota dan Provinsi. bro/hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.