Gladi Bersih Berjalan Lancar, ANBK SMP Sederajat Diharap Tanpa Kendala

PELAKSANAAN gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMPN 14 Denpasar, Senin (12/9/2022) berjalan lancar dan tertib. Foto: ist
PELAKSANAAN gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SMPN 14 Denpasar, Senin (12/9/2022) berjalan lancar dan tertib. Foto: ist

DENPASAR – Gladi bersih Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang SMP sederajat dimulai Senin (12/9/2022) hingga Kamis (15/9/2022). Pelaksanaan gladi bersih hari pertama, Senin (12/9/2022) berjalan relatif lancar. Oleh karena itu, diharapkan juga pelaksanaan ANBK jenjang SMP sederajat pada 19-22 September 2022 berjalan tanpa kendala.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara, mengatakan, untuk gladi bersih hari pertama berjalan lancar dan tertib. ‘’Astungkara berjalan lancar dan tertib sesuai yang diharapkan. Hampir tidak ada laporan terkait gangguan dan kendala. Ini kita harapkan juga berjalan saat pelaksanaan ANBK jenjang SMP sederajat tanggal 19 sampai dengan 22 September 2022 nanti,’’ ujar Agung Astara.

Read More

Menurutnya, setelah empat hari pelaksanaan gladi bersih itu, pihaknya akan melakukan refleksi terkait kendala dan masalah yang ada. Termasuk persiapan sinkonisasi mulai tanggal 16 s.d 18 September 2022. “Untuk kita perbaiki agar pelaksanaan AN nanti bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Agung Astara menyebutkan, ANBK jenjang SMP sederajat  2022 di Kota Denpasar diikuti  82 sekolah, dengan jumlah peserta utama sebanyak 3.104 siswa dan 250 siswa cadangan. Dari 82 sekolah peserta ANBK, 78 sekolah melaksanakan ANBK secara mandiri, sementara 4 sekolah masih menumpang.

Keempat sekolah tersebut yaitu, SMP Pertiwi Dewata menumpang di SMPN 1 Denpasar, SMP Pemecutan menumpang di SMPN 4 Denpasar, serta SMP Ganesha dan SMP Kesuma Sari menumpang di SMPN 6 Denpasar. ‘’67 sekolah menggunakan moda online, dan 15 sekolah semi online,’’ terangnya.

Agung Astara mengungkapkan, program ANBK ini menjadi penting untuk memotret kualitas pendidikan di masing-masing sekolah. Program ini memang berlaku secara nasional. ‘’Ini merupakan program Kemendikbud-ristek untuk mengukur kemampuan literasi dan numerik siswa kelas VIII SMP. Hasil dari asesmen ini adalah sebagai potret mutu sekolah yang bersangkutan,’’ ujarnya.

Komponen asesmen nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk AKM terdiri dari literasi dan numerasi. Survei karakter terdiri dari enam sub topik yang akan disurvei. Diharapkan dari hasil survei karakter akan keluar sebuah paradigma profil pelajar yang disebut profil pelajar Pancasila. Sementara, survei lingkungan belajar, berupa survei kondisi belajar, metode belajar, dan lainnya.

Terkait asesmen nasional, semua sekolah wajib ikut, baik sekolah negeri maupun swasta. Sementara yang akan dipilih acak yaitu siswa sebagai peserta asesmen. Siswa yang ikut berasal dari kelas VIII SMP, sebanyak 45 siswa dipilih mengikuti asesmen nasional.  “Satu sekolah diikuti 45 orang dan cadangan 5 orang siswa. Mereka dipilih secara acak oleh pusat,’’ sebut Agung Astara.

Hasil asesmen tidak menjadi syarat lulus seperti ujian nasional sebelumnya. Asesmen nasional diperuntukkan untuk pemetaan pendidikan, pemetaan kualitas pembelajaran, dan pemetaan mutu siswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya hasil asesmen nasional akan menjadi salah satu referensi melakukan kebijakan layanan pendidikan di Indonesia pada tahun berikutnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.