JEMBRANA – Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Denpasar Wilayah Kerja Pelabuhan Gilimanuk bekerjasama dengan pihak kepolisian memaksimalkan pengawasan lalu lintas hewan yang keluar-masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk. Menjelang hari raya Idul Adha, lalu lintas hewan meningkat hingga 80 persen dari hari biasanya.
‘’Jika hari-hari biasa sekitar 10 truk yang kami periksa. Namun menjelang Idul Adha ada 63 truk. Itu kami lakukan pemeriksaan intensif. Memang ini sifatnya temporer. Kami juga selalu mengharapkan pengguna jasa yang membawa hewan untuk bersabar dan antri. Karena kami harus memastikan lalu lintas hewan yang akan diantarpulaukan harus dipastikan memenuhi persyaratan karantina,’’ jelas Penanggung jawab Wilker Pelabuhan Gilimanuk Balai Karantina Pertanian, Drh. I Nyoman Ludra, Jumat (11/6/2021).
Lebih lanjut Ludra mengatakan, pihaknya mengawasi keluar masuknya hewan dan tanaman di Bali guna mengantisipasi adanya penyakit, apalagi menjelang Idul Adha. Untuk pemeriksaan dan memastikan hewan yang dikirim dalam kondisi sehat, Karantina Gilimanuk memiliki lima dokter hewan. ‘’Petugas kami dan paramedik juga siap untuk terjun langsung ke lapangan untuk memeriksa,’’ tegasnya
Ia berharap pengguna jasa melapor kepada petugas untuk dilakukan pemeriksaan, melengkapi dokumen melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang ditetapkan oleh pemerintah. Pihaknya juga melakukan pengawasan di beberapa tempat seperti di kandang karantina dan pos satu pelabuhan.
‘’Kami memastikan hewan ternak yang keluar dan masuk di wilayah Bali tetap aman dan sehat untuk dikonsumsi. Untuk ternak yang masuk kita lakukan pengawasan di pos dua,’’ ujarnya.
Saat disinggung adanya dugaan penyelundupan sapi atau hewan melalui jalur tikus atau pantai, Ludra berkata, itu merupakan ranah dari Dinas Peternakan. ‘’Kami hanya melakukan pemeriksaan di pelabuhan-pelabuhan resmi. Kami harapkan agar pengguna jasa dan pengusaha hewan mengikuti aturan yang ada demi kesehatan hewan yang diantarpulaukan,’’ pungkasnya. man























