Gerindra Incar 9 Kursi DPRD Badung

  • Whatsapp
KETUA DPC Gerindra Badung, Wayan Disel Astawa. Foto: ist
KETUA DPC Gerindra Badung, Wayan Disel Astawa. Foto: ist

MANGUPURA – Dipastikannya kursi DPRD Badung bertambah lima menjadi 45 dari 40 kursi saat ini pada Pemilu 2024 karena ada pertambahan penduduk, mendapat perhatian Ketua DPC Gerindra Badung, Wayan Disel Astawa. Dia mengincar sembilan kursi untuk partainya pada kontestasi 2024. Target itu dirasa sangat realistis, karena para kader partai besutan Prabowo Subiyanto itu diklaim memiliki kualitas dan kuantitas. 

Menurut Disel, setiap parpol tentu menyambut antusias potensi penambahan kursi DPRD. Dia pun siap meramaikan pengisian kursi yang hilang saat Pileg 2019 lalu, sesuai arahan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, saat pengukuhan pengurus DPD Partai Gerindra Bali. “Seperti ajaran Tri Sakti Bung Karno, kita harus berkedaulatan di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Jadi, kita harus mempunyai kemandirian didalam politik, agar tidak ketergantungan, dan ini dilakukan sesuai ideologi Partai Gerindra,” ucapnya, Minggu (12/9/2021).

Bacaan Lainnya

Kemandirian yang dia maksud, antara lain peluang Gerindra untuk mengusung calon Bupati Badung. Dengan penambahan kursi itu, peluang untuk mengusung calon kepala daerah akan makin besar juga. Terpenuhinya kuota 22 persen kursi, akan membuat Partai Gerindra bisa bertarung dengan mengusung calon sendiri, maupun dengan berkoalisi. 

Baca juga :  Siapkan Sanur Jadi Zona Hijau, Jaya Negara: 35 Ribu Warga Harus Divaksin

Disel mendaku peluang menambah atau merebut kursi DPRD tersebut sangat terbuka lebar. Sebab, pandemi secara tidak langsung membuat Pileg akan lebih fair, demokratis, dan lebih sehat. Sebab, para calon akan sama-sama bertarung dengan kemampuan masing-masing, bukan dengan bantuan bansos.

Selain itu, sambungnya, pandemi memberi pelajaran kepada masyarakat untuk bijaksana menentukan pilihan. Jika hal itu dapat terealisasi, ke depan akan mampu melahirkan sosok pemimpin yang terseleksi secara kualitas. “Sekarang bergantung kita menampilkan calon, apakah berkualitas dan berkuantitas? Tapi itu kembali lagi ke masyarakat, apakah mau perubahan atau tidak?” lugasnya.

Untuk mewujudkan target sembilan kursi kelak, anggota DPRD Bali itu berkata sudah berkoordinasi dan menyolidkan barisan di akar rumput. Namun, dia memberi catatan bahwa kontestasi nanti harus dalam bingkai persaingan yang sehat. “KPU harus bekerja adil, jangan berpihak ke partai penguasa,” tandasnya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.