Gerindra Bisa Keluar dari Koalisi Petahana, Dua DPRD Bali Masuk Poling Pilkada Jembrana

MADE Suardana dan Darma Susila. Foto: hen

DENPASAR – Poling untuk mencari sosok yang dinilai paling layak memimpin Kabupaten Jembrana dalam Pilkada 2024 mendatang mulai hangat di media sosial.

Meski terkesan “iseng-iseng” belaka, tapi yang mengirim suara (vote) lumayan banyak, mencapai ribuan. Dua anggota DPRD Bali, masing-masing I Made Suardana dari Partai Golkar; dan I Kade Darma Susila dari Partai Gerindra, ikut masuk dalam poling ini.

Read More

Pantauan dari beritajembrana.com edisi Selasa (4/10/2022) pukul 17.05 Wita, poling itu diisi banner “Memilih Pemimpin Jembrana”. Bagi yang ingin mengirim suara, disediakan opsi calon petahana atau penantang. Petahana tentu I Nengah Tamba (Bupati) dan I Gede Ngurah Patriana Krisna atau Ipat (Wakil Bupati).

Calon lain yang tersedia yakni I Made Suardana (Ketua DPD Partai Golkar Jembrana), I Kade Darma Susila (Ketua DPC Partai Gerindra Jembrana), I Made Prihenjagat, Ni Made Sri Sutharmi (Ketua DPRD Jembrana), I Made Kembang Hartawan (mantan Wakil Bupati 2010-2020), I Ketut Sugiasa (mantan anggota Fraksi PDIP DPRD Bali dan mantan calon Wakil Bupati).

Saat dibuka, sudah ada 1.419 yang memberi pilihan kepada kandidat yang tersedia. Hasilnya untuk di tga besar, Tamba menduduki puncak klasemen dengan mendulang 38,52 persen, Ipat di posisi kedua dengan 24,93 persen, dan di posisi ketiga bertengger nama Sugiasa.

Di posisi keempat diisi Made Suardana (9,65 persen), Darma Susila (6,17 persen), Kembang Hartawan (2,32 persen), Sri Sutharmi (0,54 persen) dan Prihenjagat (0,45 persen).

Made Suardana yang dimintai tanggapan atas masuknya nama dia sebagai kandidat di poling, sebelumnya hanya tertawa. Dia semula hanya merendah dengan berkata ada pihak yang memasukkan nama dia ke poling. Namun, dia berkelit bahwa jawaban itu sama dengan dia tidak menganggap serius poling tersebut.

“Pada prinsipnya, Golkar mempersiapkan diri dalam proses politik dan mempersiapkan kader-kader untuk semangat bergerak dalam pemenangan pemilu legislatif. Itu sebagai langkah awal kami untuk selanjutnya melangkah di pilkada, dan itu demi masyarakat Jembrana,” jawab anggota Komisi 3 DPRD Bali tersebut.

Darma Susila, di kesempatan terpisah, awalnya juga terkesan menghindar saat dimintai komentar soal poling. Ditemui di DPRD Bali usai rapat paripurna beberapa waktu lalu, Susila akhirnya mau berkomentar setelah didesak bahwa namanya masuk poling menandakan dia lumayan laku dijual di Jembrana. “Ya bersyukur saja ada nama saya, berarti publik di Jembrana memang kenal saya,” ucapnya sembari terkekeh.

Disinggung posisi Gerindra dalam Pilkada Jembrana 2024 kelak, mengingat saat ini merupakan partai koalisi petahana, Susila tidak menjawab lugas. Dia berargumen Gerindra sangat memperhatikan apa yang dibincang dan dirasakan masyarakat, termasuk soal adanya isu perpecahan antara Bupati Tamba dan Wakil Bupati Ipat. Meski begitu sepanjang masih ada komitmen politik, Gerindra akan tetap dalam wadah yang sama.

Bagaimana bisa tetap dalam wadah yang sama jika Anda justru ikut menjadi penantang petahana nanti? Dikejar pertanyaan itu, Susila tergelak. “Ya politik itu kan cair, dinamis, tidak bisa kita kaku-kaku hari ini bilang begini lalu seterusnya begini. Pilkada masih jauh, masih banyak kemungkinan. Yang jelas posisi Gerindra adalah bersama rakyat Jembrana, dan itu kita akan lihat dari hasil survei nanti,” kelit politisi kalem itu menandaskan. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.