Gegara Corona, Perempuan Keluhkan Lubrikasi

SEKSOLOG dr. Oka Negara. Foto: ist
SEKSOLOG dr. Oka Negara. Foto: ist

DENPASAR – Diam di rumah saja ternyata bukan jaminan bahwa akan membuat pasangan suami-istri akan punya banyak kesempatan dan waktu untuk menikmati kehidupan seksual dengan lebih baik. Malah bisa sebaliknya. Muncul keluhan seksual. Termasuk pada perempuan.

‘’Ada yang mengeluhkan lubrikasi atau perlendirannya tidak muncul saat berhubungan seksual, dan membuatnya tidak menikmati hubungan seksual,’’ kata seksolog dr. Oka Negara, Senin (27/4/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut dosen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Unud ini, jika laki-laki memiliki dorongan seksual yang baik, dan sedang terangsang secara seksual, maka akan terjadi ereksi penis. Gangguan ereksi atau disfungsi ereksi sesungguhnya menunjukkan adanya gangguan metabolisme dan sirkulasi darah, karena saat ereksi terganggu itu berarti telah terjadi gangguan pada pembuluh darah.

Demikian pula pada perempuan, saat terangsang secara seksual, akan terjadi ereksi pada klitoris, juga lubrikasi. Lubrikasi sama dengan perlendiran dinding vagina. Lubrikasi muncul karena saat terangsang secara seksual darah akan mengalir ke pembuluh darah vagina, merembes pada dinding vagina, menjadi terlihat basah. Peristiwa merembes ini disebut transudasi.

‘’Jadi, sama dengan pada ereksi penis, jika mulai terjadi gangguan ereksi, itu bisa menjadi pertanda adanya gangguan metabolisme tubuh karena pembuluh darah terganggu. Demikian pula pada perempuan, jika saat dirangsang secara seksual, tidak terjadi lubrikasi, maka bisa diduga sudah juga mulai terjadi gangguan metabolisme tubuh karena ada masalah pembuluh darah,’’ jelasnya.

Penyebab fisik yang paling sering menjadi penyebab gangguan pembuluh darah adalah konsumsi makanan berkolesterol dan penyakit diabetes atau kencing manis. ‘’Tetapi saat situasi seperti saat ini, penyebab juga bisa dari faktor psikis, stres karena Corona. Atau kombinasi antara fisik dan psikis,’’ pungkas dr. Oka Negara. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses