Amankah Berhubungan Intim di Tengah Wabah Corona? Ini Penjelasan Ahlinya

  • Whatsapp
Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

DENPASAR – Di tengah pandemi ini, banyak juga pasangan yang bertanya-tanya apakah pandemi Covid-19 berdampak pada kehidupan seks. Apakah berhubungan seks di tengah Corona berbahaya dan apa yang sebaiknya dilakukan?

Pertanyaan ini merebak menyusul penyebaran virus yang cukup masif. Terlebih, Badan Kesehatan Dunia (WHO) kini meminta orang untuk selalu mengenakan masker saat keluar rumah dan mewanti-wanti soal penyebaran virus ini melalui cairan (droplet) yang masuk saluran pernafasan, mulut, dan mata.

Bacaan Lainnya

Dosen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Unud, dr. Oka Negara, Senin (27/4/2020), mengungkapkan, untuk suami-istri atau pasangan yang tinggal serumah mesti tahu dulu apakah salah satu atau keduanya bebas dari Covid-19, itu dulu yang dipastikan. Jika selama ini tidak pernah pergi ke daerah atau negara yang menjadi tempat penularan, juga tidak pernah kontak erat dengan seseorang yang diketahui positif mengidap Covid-19, atau bahkan tidak pernah kontak dengan orang dalam pantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), apalagi selama ini juga dengan pasangan selalu di rumah saja, maka bisa dianggap aman untuk dapat melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.

Apalagi mungkin pernah melakukan tes pemeriksaan virus, apakah itu yang rapid test atau yang dengan swab untuk dilakukan konfirmasi PCR dan hasilnya tidak tertular virus, maka tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual. ‘’Jika tidak yakin, silakan tetap di rumah dan tunda dulu melakukan hubungan seksual selama 14 hari, boleh lebih, untuk melewati masa inkubasi virus dan jika tidak ada muncul gejala penyakit yang mengarah Covid-19 pada kedua pihak, kemungkinan memang aman dari tertular virus, dan silakan boleh berhubungan seksual seperti biasa,’’ ujar dr. Oka Negara.

Baca juga :  GTPP Covid-19 Kota Denpasar Tekankan Kesadaran Bersama Cegah Penularan, Penegakan Prokes Terus Digencarkan

Di sisi lain, kata Oka Negara, banyak yang memprediksi tadinya dengan banyaknya pasangan suami-istri yang memilih di rumah saja, maka intensitas dan frekuensi hubungan seksual akan meningkat karena banyaknya waktu luang untuk bersama. Tetapi rupanya tidak sedikit yang terjadi malah sebaliknya, cukup banyak juga pasangan malah mengalami keluhan seksual.

‘’Mulai dari hilangnya dorongan seksual, gangguan bangkitan seksual seperti gangguan ereksi, hingga keluhan tidak menikmati kepuasan seksualnya. Ini sangat masuk akal terjadi karena saat ini semakin banyak orang yang mengalami permasalahan psikis hingga stres karena masalah kehilangan atau menurunnya pendapatan, termasuk juga ketegangan saat mengikuti terus mererus kabar meningkatnya kasus Covid-19 dari hari ke hari,’’ ujar Oka Negara.

Atau justru malah karena seringnya berdua bersama pasangan, malah lebih sering memunculkan ketegangan atau permasalahan bersama, yang muncul setiap hari, bahkan semakin banyak, yang kemudian mempengaruhi romantisme saat harusnya dapat rileks dan tenang untuk menikmati hubungan seksual. Ini bisa disebabkan karena permasalahan psikis. Permasalahan psikis ini menjadi salah satu penyebab gangguan ereksi, hingga gangguan seksual lainnya.

‘’Semoga pandemi Covid-19 ini bisa kita lalui segera. Tetap jaga jarak, hindari kerumunan, gunakan masker, dan rajin cuci tangan. Atau diam di rumah saja,’’ pungkasnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.