Gaungkan Ajakan Gunakan Hak Pilih Lewat Komedi

  • Whatsapp
IGO Blado (kiri) saat memaparkan materi terkait langkah dan strategi sosialisasi di Pilkada 2020 yang diselenggarakan KPU Bali, Rabu (19/8/2020). Foto: Ist
IGO Blado (kiri) saat memaparkan materi terkait langkah dan strategi sosialisasi di Pilkada 2020 yang diselenggarakan KPU Bali, Rabu (19/8/2020). Foto: Ist

DENPASAR – Mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 2020 di tengah wabah Corona, perlu strategi pilihan. Salah satunya melalui video pendek komedi melalui media sosial, dengan pemeran influencer atau sosok yang dikenal publik lokal. Pandangan itu diutarakan Teguh Setia Budi alias Igo Blado dalam diskusi grup terarah yang diselenggarakan KPU Bali di Inna GBB, Rabu (19/8/2020).

Menurut Igo yang membawakan materi strategi pemasaran sosialisasi itu, meski sosialisasi lewat media sosial sangat mudah, tapi KPU mesti memetakan juga siapa sasaran yang dituju. Pesan untuk meningkatkan animo masyarakat itu harus jelas targetnya, misalnya kaum milenial, ibu rumahtangga, atau mahasiswa. Beda audiens, beda pula strategi dan konten sosialisasinya.

Baca juga :  GTPP Covid-19 Denpasar Tes Cepat 201 ABK di Pelabuhan Serangan, Satu Orang Reaktif

“Postingan KPU harus terarah dan terukur, karena media sosial ada algoritma yang memetakan kepada siapa konten itu layaknya dituju. Kalau bisa di medsos KPU juga melibatkan mitra media agar jangkauan dan penetrasinya lebih jauh, juga lebih banyak yang menerima,” urai pria berkumis lebat itu.

Akademisi AA Gede Bagus Udayana dari ISI Denpasar, dengan materi kreativitas proses pembuatan desain untuk sosialisasi, menilai KPU perlu menguatkan komunikasi ke publik secara visual lewat media. Agar masyarakat mau melirik media sosialisasi itu, tentu perlu desain semenarik mungkin. “Meski sederhana, pesannya sampai ke publik. Harus kreatif dan inovatif mengemas pesan itu,” cetusnya dalam acara dengan moderator Agus Putra Mahendra itu.

Baca juga :  Pangdam IX/Udayana Minta Pilkada Jangan Gaduh

Dia memberi tips membuat media sosialisasi seperti spanduk atau baliho, dimulai dari pemilihan jenis huruf yang mudah dibaca. Ada juga keseimbangan teks di kiri dan kanan medium itu, lalu warna yang memudahkan orang membaca teks. Dia menekankan proporsi dan hirarki visual supaya masyarakat bisa fokus melihat pesan utama yang ingin disampaikan.

“Jangan semua pesan dijejalkan di satu media, mana tertarik orang baca. Kalau ingin masyarakat ingat mencoblos tanggal 9 Desember, itu yang dibesarkan hurufnya. Jangan yang lain,” ulasnya dalam diskusi yang diikuti jajaran komisioner dan staf KPU se-Bali tersebut.

Anggota KPU Bali, IGN Agus Darma Sanjaya, yang membuka diskusi menyebut, sejauh ini KPU masih ada masalah dalam pemetaan pemilih. Persoalan ini mesti segera dituntaskan, karena KPU Bali memasang target partisipasi pemilih 85 persen. Dia juga mengingatkan betapa Pilkada 2020 ini bermakna strategis dalam pemulihan Bali akibat pandemi.

Baca juga :  Tak Pakai Masker di Badung Siap-siap ‘’Push-up’’

“Mari jaga spirit kita bersama untuk mencapai target itu, karena berpengaruh terhadap legitimasi pemenang. Selain itu, kemenangan dengan partisipasi yang tinggi juga dapat membuat masyarakat turut merasa memiliki siapapun yang menang,” pesannya mewakili Ketua Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.