Galungan, Volume Sampah di Karangasem Meningkat

VOLUME sampah di Kota Amlapura mengalami peningkatan sekitar 25 persen saat Hari Raya Galungan, Rabu (2/8/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Volume sampah di Kota Amlapura mengalami peningkatan sekitar 25 persen saat Hari Raya Galungan, Rabu (2/8/2023). Pada hari biasa, volume sampah di kisaran 40 ton per hari, sedangkan saat Galungan bisa mencapai 50 ton. Artinya ada peningkatan 10 ton per hari.

Peningkatan volume sampah terjadi di beberapa titik. Di antaranya di Jalan Raya Nenas, Jalan Raya Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Raya Untung Suropati, Jalan Gunung Agung, serta Ngurah Rai. Tumpukan sampah dominan sampah organic seperti janur dan buah.

Read More

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem, Nyoman Tari, Kamis (3/8/2023) mengungkapkan, peningkatan volume sampah rutin terjadi setiap Hari Raya Galungan dan Kuningan. Terutama sampah jenis janur dan organik lainnya. Biasanya tumpukan sampah di pinggir jalan diangkut petugas memakai kendaraan truk pemerintah.

“Volume sampah mengalami peningkatan sejak H-2 Galungan, dan kemungkinan berlangsung sampai tanggal 4 Agustus nanti. Petugas tetap siaga walau Galungan, tumpukan sampah sudah teratasi, diangkut ke TPA,” jelasnya.

Lebih jauh disampaikan, tidak ada penambahan petugas kebersihan. Hanya pengangkutan sampah ditambah sekali, dari semula sekali kini jadi dua kali. DLH juga mengoperasikan dua truk darurat, sehingga sampah bisa terangkut keseluruhan. “Belasan unit truk kami operasikan untuk angkut tumpukan sampah,” sebutnya.

Meski instansinya siap mengatasi soal sampah, dia mengimbau masyarakat agar tertib dan memilah dalam membuang sampah. Terutama sampah rumah tangga, seperti sampah organik yang masih bisa diolah warga. “Ini rutin terjadi setiap Hari Raya Galungan dan Kuningan. Petugas sudah dikerahkan mengangkut sampah,” jaminnya.

Untuk diketahui, tumpukan sampah di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Linggasana Banjar Butus, Buana Giri, Kecamatan Bebandem hampir overload (penuh).

Volume sampah diperkirakan mencapai 90 persen, mengingat kiriman sampah cukup tinggi dari Kota Amlapura serta desa di sekitarnya. Setiap hari kiriman sampah antara 40 ton sampai 50 ton. Sekarang Pemkab Karangasem masih mencari solusi untuk menangani masalah sampah.

Tari menambahkan, menyikapi masalah sampah, warga juga mesti ikut serta menyukseskan program pemerintah tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, sesuai Pergub Bali Nomor 47/2019. Satu di antaranya adalah memilah sampah organik/nonorganik, sehingga volume sampah di Karangasem bisa diminimalisir. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.