POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Atlet arung jeram SMA Santo Yoseph meraih juara umum kategori SMA, dan Mapala WD menjadi juara umum tingkat perguruan tinggi dalam Wali Kota Cup XVI Tahun 2026. Kejuaraan berlangsung selama dua hari di Embung Sanur, Denpasar Selatan, 11-12 April 2026.
Pada event tersebut, atlet arung jeram SMA Santo Yoseph mengumpulkan 800 point, sedangkan atlet arung jeram Mapala WD mengumpulkan 900 point. Sehingga, mereka bisa mempertahankan posisi juara umum untuk kedua kalinya.
Ketua Umum Pengkot Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Denpasar I Ketut Bagus Kerta Negara, mengaku puas dengan hasil dan penyelenggaraan Wali Kota Cup yang kedua bagi cabor arung jeram. Para juara ajang ini, nantinya akan diturunkan pada event selanjutnya, sehingga Denpasar menyiapkan atlet khusus untuk menghadapi tantangan tersebut.
Menurutnya, olahraga arung jeram menuntut ketahanan fisik yang kuat sekaligus konsistensi dalam pembinaan. Dengan persiapan yang tepat, atlet muda akan lebih siap menghadapi kompetisi di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.
Bagus Kerta Negara menegaskan komitmen organisasi untuk bergerak lebih solid dan progresif mengembangkan olahraga air ini. Ia menambahkan, jalur pembinaan yang jelas dan sistematis akan memperbesar peluang lahirnya atlet berprestasi dan profesional.
Kompetisi ini, menurut Bagus Kerta Negara, tidak hanya menjadi ajang pengukuran kemampuan atlet, tetapi juga sarana menyeleksi talenta potensial yang mampu membawa nama daerah ke panggung nasional maupun internasional. Kejuaraan yang digelar ini juga dapat menumbuhkan semangat kompetitif sekaligus motivasi bagi para atlet muda.
Selain itu, ia melihat momentum ini sebagai kesempatan untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan. “Sinergi FAJI, KONI, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat diperlukan agar proses pembinaan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi berjalan berkelanjutan dan memiliki arah yang jelas,” ucap Bagus Kerta Negara.
Bagus Kerta Negara menambahkan, Wali Kota Cup XVI ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan anggota FAJI. Menurutnya, FAJI berkomitmen mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Wakil Ketua II KONI Denpasar, I Nyoman Suteja, yang hadir saat pembukaan serta penutupan sekaligus penyerahan medali berharap seluruh pihak yang terlibat dalam olahraga arung jeram di Denpasar dapat bergerak serempak. Dengan koordinasi yang baik dan pembinaan terstruktur, Denpasar diyakini memiliki potensi besar untuk meraih prestasi tinggi.
‘’Pembinaan yang terstruktur akan memperkuat posisi Denpasar sebagai daerah yang diperhitungkan dalam olahraga arung jeram di tingkat provinsi maupun nasional,’’ pungkasnya. tra

























