Empat Tahun Kerja Nyata Koster – Ace Kuatkan Desa Adat

MADE Wena (kanan) dan Anak Agung Ketut Sudiana. foto: ist

DENPASAR – Empat tahun kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster; bersama Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster – Ace), khususnya dalam membangun desa adat diharapkan terus berlanjut. Karena kerja fokus, tulus, dan lurus Koster – Ace dalam melakukan penguatan kedudukan, tugas dan fungsi desa adat di Bali.Harapan itu disampaikan Prajuru Majelis Desa Adat di Bali seperti siaran pers yang diterima, Minggu (15/1/2023).

Petajuh Majelis Desa Adat Provinsi Bali Bidang Kelembagaan, I Made Wena, menyampaikan, jika boleh Gubernur Koster meneruskan masa kepemimpinan di Pemprov Bali pada periode berikutnya.

Bacaan Lainnya

“Perjuangan beliau terhadap penguatan kedudukan, tugas, dan fungsi desa adat di Bali sudah ada bukti nyata,” kata Made Wena yang merupakan tokoh masyarakat di Desa Adat Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung ini.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Koster yang telah memberikan perlindungan dan payung hukum terhadap keberadaan dan penguatan Desa Adat di Bali melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019.

“Perda ini dapat mengajegkan desa adat di Bali. Karena regulasi ini benar-benar memberikan penguatan terhadap posisi desa adat di Bali sebagai sebuah desa yang bersifat otonom. Saya perlu menegaskan, keberadaan Perda Desa Adat di Bali sangat berfungsi untuk memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat hukum adat dan desa adat di Bali tanpa mengurangi hak-hak otonom yang dimiliki oleh desa adat tersebut,” imbuhnya.

Baca juga :  Implementasi Trilogi Pendidikan dalam Perkuliahan Online

Sementara itu, Bendesa Madya Majelis Desa Adat Kota Denpasar, Anak Agung Ketut Sudiana, menilai Koster – Ace telah menorehkan capaian dan prestasi luar biasa pada empat tahun kepemimpinannya di Provinsi Bali yang dibuktikan oleh terwujudnya ‘44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru’.

Kata dia, Koster – Ace sangat solid bekerja keras, fokus, tulus dan lurus melaksanakan lima bidang prioritas pembangunan Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Visi yang dijalankannya sangat bersifat fundamental dan komprehensif.

Sebagai tokoh yang berkecimpung dalam lembaga adat, Anak Agung Ketut Sudiana secara khusus memberi pandangan terhadap tonggak pertama Peradaban Penanda Bali Era Baru, yaitu ‘Memuliakan Desa Adat di Bali’. “Upaya memuliakan Desa Adat di Bali telah dilakukan Bapak Gubernur Wayan Koster melalui upaya nyata-nya,” ujarnya.

Salah satunya, kata dia, memperkuat kedudukan, kewenangan dan fungsi desa adat dengan keluarnya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat di Bali.

Menurutnya, regulasi ini merupakan langkah strategis, tak hanya pada skala lokal, tapi juga di lingkup nasional. “Saya menilai, regulasi ini adalah strategi yang sangat komprehensif dalam rangka penguatan dan pemuliaan Desa Adat sebagai bentengnya Pulau Bali,” katanya.

Untuk diketahui, Di era kepemimpinan Koster-Ace benar-benar menghasilkan program nyata terhadap desa adat. Seperti keluarnya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali; Peraturan Gubernur Bali Nomor 34 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Adat; Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pedoman, Mekanisme, dan Pendirian Baga Utsaha Padruwen Desa Adat; membentuk dinas khusus yang menangani desa adat, yaitu Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali; memberikan dana ke masing – masing Desa Adat senilai Rp300 juta yang bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali atau kalau ditotal dana tersebut mencapai Rp447.9 miliar dan diberikan secara langsung ke Rekening Desa Adat yang jumlahnya 1.493 Desa Adat; membangun gedung Majelis Desa Adat Provinsi dan kabupaten/kota se-Bali melalui CSR dari BUMN/BUMD serta perusahaan swasta di Bali dan memfasilitasi kendaraan operasional ke MDA provinsi, kabupaten/kota melalui CSR. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.