BULELENG – Polisi masih mendalami penyebab terbakarnya minibus di pinggir jalan tepatnya di wilayah Banjar Dinas Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Senin (6/3/2023). Polisi melakukan pendalaman apakah minibus tersebut sengaja dibakar atau ada penyebab lain.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya,Rabu (8/3/2023), mengatakan telah meminta keterangan terhadap 4 orang saksi. Di antaranya keponakan korban, anak korban, dan saksi fakta lainnya.
Hasilnya didapat informasi bahwa korban I Gede Yastra (65) asal Banjar Dinas Kelodan, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Buleleng hanya mengantarkan 3 jeriken bahan celup dupa ke wilayah Denpasar.
Sumarjaya mengakui masih belum mendapatkan informasi ke Denpasar mana barang tersebut akan diantarkan. Sebab, meski sempat terjadi komunikasi dengan anak korban, namun belum begitu jelas mau dibawa kemana bahan dupa tersebut.
Selain itu, Sumarjaya menyebut dari hasil pemeriksaan saksi, anak korban sempat melihat mobil bapaknya terbakar. Akan tetapi, karena tidak yakin jika mobil tersebut adalah mobil bapaknya, anak korban melanjutkan perjalanan menuju ke Denpasar.
“Mirisnya anak korban sempat melihat waktu mobil terbakar. Tapi anak korban melanjutkan perjalanan karena merasa minibus yang terbakar bukan punya bapaknya. Setelah sampai di tujuan, anak korban mencoba menghubungi korban, tapi tidak ada balasan, sampai akhirnya korban diketahui telah meninggal,” kata Sumarjaya.
Sementara itu, penyebab meninggalnya korban memang memiliki riwayat gangguan kesehatan. Dari pengakuan keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit jantung.
Diberitakan sebelumnya, seorang pengemudi minibus ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng pada Senin (6/3/2023) pagi.Pria tersebut bernama Gede Yastra (65) asal Banjar Dinas Kelodan, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Buleleng.
Korban pertama kali diketahui oleh Deni Hamdani, 44 tahun, asal Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Deni yang saat itu tengah melintas melihat kemacetan kemudian turun untuk melihat situasi.
Saat di cek, Dani kaget menemukan sebuah minibus angkutan umum DK 7340 UV yang terbakar. Tak jauh dari lokasi minibus terbakar juga ditemukan pengemudi yang sudah tak sadarkan diri.
Atas temuan tersebut, Deni pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukasada dan membawa korban ke Puskesmas Sukasada II, Desa Pancasari untuk memberikan pertolongan terhadap korban. Namun nahas, sesampainya di puskesmas, nyawa Yastra tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Akibat kejadian itu, kerugian ditafsir mencapai Rp20 juta. “Tidak membawa penumpang, pengemudi hanya membawa jeriken berisi cairan dupa yang akan dibawa ke Denpasar,” ujar AKP Gede Sumarjaya. edy
























