Elektabilitas Salip Golkar, Demokrat Klaim Efek Kerja Kader dan AHY

  • Whatsapp
INILAH survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) dalam webinar bertema "Sumber Kepemimpinan Nasional: Menuju 2024" yang menempatkan partai Demokrat di tiga besar, Sabtu (22/5/2021). Foto: ist
INILAH survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) dalam webinar bertema "Sumber Kepemimpinan Nasional: Menuju 2024" yang menempatkan partai Demokrat di tiga besar, Sabtu (22/5/2021). Foto: ist

MATARAM – Dirundung konflik internal dengan lahirnya Kongres Luar Biasa di Medan, tidak berarti pamor Partai Demokrat memudar. Elektabilitas Demokrat di hasil survei Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) yang dirilis pada Sabtu (22/5/2021) justru masuk tiga besar di bawah PDIP dan Gerindra, dan mampu menyalip Golkar di urutan keempat. Demokrat mendapat 14,8 persen, di bawah PDIP (19,6) dan Gerindra (15,03).

Terkait hasil survei itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan, hasil survei tersebut merupakan bentuk hasil kerja nyata partai di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurut dia, setidaknya ada tiga hal yang mendongkrak elektabilitas Demokrat saat ini.

Bacaan Lainnya

“Pertama, publik butuh partai politik yang melakukan kerja-kerja nyata untuk rakyat, bukan hanya sibuk berwacana, apalagi sekadar melempar janji yang tidak pernah ditepati,” kata Herzaky dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/5/2021).

Demokrat sejak era Ketua Umum AHY, klaimnya, tidak pernah berhenti bekerja untuk rakyat, baik di parlemen maupun di akar rumput. Melakukan apa yang perlu dilakukan sesuai kemampuan, untuk menolong rakyat yang sedang kesulitan karena pandemi dan bencana. Pun dengan program peduli dan berbagi secara konsisten oleh kader dan anggota Dewan di seluruh pelosok Indonesia.

Baca juga :  Lambang Panji Daerah Bangli Dikembalikan Jadi Hijau Muda

“Di sinilah dukungan kemudian mengalir untuk Partai Demokrat. Jadi, jalan yang kami tempuh saat ini, Demokrat berkoalisi dengan rakyat, sudah tepat,” tegasnya.

Yang kedua, lanjut dia, publik memberi dukungan kepada Demokrat pimpinan AHY untuk memberi sinyal kepada para oknum kekuasaan dan perusak demokrasi, untuk tidak melakukan penyalahgunaan kekuasaan kepada partai politik, organisasi politik, maupun organisasi massa lainnya. Meskipun punya kuasa, sebutnya, bukan berarti oknum kekuasaan berlaku tanpa mempedulikan etika, norma, dan aturan.

“Publik, menunjukkan mereka akan mendukung siapa pun yang dizalimi, dan menentang siapa pun yang mencoba menggerogoti demokrasi kita,” sambungnya.

Perihal ketiga, kata dia, publik saat ini merasa butuh alternatif baru. Sebagian dari publik merasa kondisi saat ini tidak sesuai dengan harapannya, dan butuh tempat meletakkan dan menaruh asa. Herzaky kembali mengklaim, publik melihat Demokrat dan AHY sebagai harapan baru di tengah situasi yang pelik dan tidak pasti ini. Mereka berharap mendapat solusi atas permasalahan yang dihadapi saat ini.

“Aspirasi ini tentunya merupakan kepercayaan yang besar kepada kami. Semoga kami dapat menjaga asa publik ini hingga 2024, dan mendapat kembali kepercayaan untuk ikut menata negeri ini di dalam pemerintahan,” urai Herzaky.

“Kami juga ingin menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan atensi publik kepada kami saat ini. Kepercayaan ini merupakan tanggung jawab besar yang harus kami emban, memotivasi kami untuk terus melanjutkan kerja-kerja nyata di tengah masyarakat,” tandas Herzaky. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.