Dusun Rebakong Kini Jadi Wisata Kampung Anggur

  • Whatsapp
RANNYA Agustyra Kristiono (kanan); bersama H. Bambang Kristiono (HBK), Danny Carter Febrianto Ridawan, dan Sudirsah Sujanto (kiri) saat menikmati buah anggur yang dibudidayakan warga Dusun Rebakong, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, KLU. Foto: rul

MATARAM – Wisata ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) bukan hanya Tiga Gili (Gili Trawangan, Air dan Meno), Air Terjun Sendang Gile, Desa Adat Bayan Belek, Senaru dan destinasi wisata yang sudah populer di masyarakat. Pengunjung juga bisa mencoba masuk ke perkampungan dan mengetahui ciri khas di sana.

Salah satunya adalah Kampung Anggur di Dusun Rebakong, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, KLU. Letaknya relatif dekat dari kota Tanjung sebagai pusat pemerintahan KLU. Yakni, Hanya sekitar 30 sampai 45 menit berkendara ke arah timur. Sesuai namanya, kampung ini dikenal sebagai tempatnya pembudi daya anggur. Sebab, sebagian besar penduduknya menanam anggur di pekarangan rumahnya.

Bacaan Lainnya

Di sepanjang jalan kampung ini, terutama dari Juli sampai Oktober, pengunjung bakal tergoda melihat buah anggur berwarna merah tua dan hijau, berbentuk bulat sedikit lonjong, bergelantungan hampir di setiap pekarangan penduduk. Daun pohon angggur merambat di bangunan rumah hingga menjadi atap teduh di tengah hari yang terik.

Anggota DPR RI, H. Bambang Kristiono (HBK) didampingi putri tercinta, Rannya Agustyra Kristiono; Wakil Bupati KLU, Danny Carter Febrianto Ridawan, anggota DPRD Provinsi NTB Fraksi Gerindra dapil Lobar-KLU, Sudirsah Sujanto, dan sejumlah anggota HBK Peduli, menyempatkan mengunjungi Kampung Anggur di Dayan Gunung tersebut, Sabtu (8/1/2022).

Baca juga :  Peternak Babi Merugi, DPKP Bangli Diminta Berikan Bantuan

Di kampung Anggur ini dibudidayakan puluhan varietas anggur seperti, Dixon, Monel, Trans, Gospy, Velles, Banana, CRV, dan lain-lain. Dalam diskusi dengan warga, HBK mendapatkan informasi terkait dengan bibit anggur yang dijual cukup mahal, dan kelompok warga biasanya mengeluarkan iuran untuk membelinya, harganyapun bisa berkisar Rp450 ribu sampai Rp1 juta.

“Saya akan perjuangkan bagaimana caranya masyarakat Dusun Rebakong bisa mendapatkan bibit yang murah dan terjangkau. Nanti saya cek di Komisi IV DPR RI,’’ kata HBK menjawab keluhan warga.

Selain itu, HBK juga menilai Dusun Rebakong bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk memanfaatkan halaman rumah menjadi lahan yang produktif dan menghasilkan. “Prospek kampung ini untuk dikembangkan menjadi tujuan rekreasi alternatif sangatlah besar,” ujar politisi Gerindra itu.

Apalagi nanti bila digandeng dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan memanfaatkan sosial media untuk promosi agar wilayah ini semakin terkenal. “Saya mendorong anak muda disini untuk tidak hanya memanfaatkan sosial media sebagai sarana hiburan tapi juga promosi,” ungkapnya.

Sementara itu, Rannya mengaku sangat senang bisa mengunjungi Dusun Anggur tersebut. Dia bahkan langsung mencoba memanen buah anggur dan mencicipinya. “Tekstur buahnya kenyal dan manis,” kata Rannya.

Dara yang sedang kuliah di London, Inggris ini mengaku sangat berbahagia bisa ikut ayahnya datang langsung ke lokasi kampung anggur di Lombok Utara ini. “Saya lihat postingannya di sosial media. Alhamdulillah, bisa langsung kesini dan bisa mencicipi buah anggur langsung dari pohonnya,’’ ucapnya menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.