Dukung Wajib Belajar 12 Tahun, Pemkot Denpasar Siap Libatkan Sekolah Swasta

  • Whatsapp
WALI Kota Jaya Negara saat menerima audiensi Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali, di Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (9/6/2021). foto: ist

DENPASAR – Untuk mendukung program wajib belajar 12 tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar siap melibatkan peran serta sekolah swasta saat penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Hal ini disampaikan Wali Kota Denpasar IGN. Jaya Negara saat menerima audiensi Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali di Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (9/6/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Jaya Negara, peran serta sekolah swasta dalam mendukung dunia pendidikan sangat penting dan harus dilibatkan. Mengingat PPDB tahun ajaran ini mutlak menerapkan petunjuk teknis yang telah ditetapkan. Dimana tidak seluruhnya lulusan SD di Kota Denpasar bisa ditampung di sekolah SMP Negeri.

Karenanya bagi yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat diarahkan ke sekolah SMP. “Dengan adanya perbedaan selisih antara jumlah lulusan Sekolah Dasar dan daya tampung SMP Negeri ini , bagi siswa yang tidak bisa ditampung di SMP Negeri akan diarahkan ke sekolah swasta,’’ kata Jaya Negara.

Sementara itu, Plt, Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar IGN Eddy Mulya menambahkan, dalam penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2021/2022 berpedoman secara langsung pada petunjuk teknis yang telah diterbitkan.

Baca juga :  Lagi, Dua Pasien Corona di Denpasar Sembuh, Tidak Ada Penambahan Kasus Baru

Salah satu petunjuk teknis dalam tersebut adalah mengatur daya tampung setiap sekolah. Dimana daya tampung SMP Negeri tahun ini berjumlah 4.080 orang sedangkan jumlah kelulusan Sekolah Dasar di seluruh Denpasar baik sekolah negeri dan swasta mencapai angka 13.000 orang.

“Disini sudah jelas ada selisih, perbedaan selisih ini tentunya tidak semua bisa ditampung di sekolah negeri. Maka dari itu bagi yang tidak tertampung di SMP Negeri, Pemerintah Kota Denpasar mengarahkan ke sekolah-sekolah swasta,” ungkapnya.

Dengan terjadi selisih kelulusan dan daya tampung ini menjadi ruang terbuka untuk sekolah swasta untuk menciptakan sekolahnya menjadi sekolah prestasi, unggul dan melengkapi sarana dan prasarana sekolahnya dengan baik.

Selain itu, pihaknya mengharapkan sekolah swasta bisa dikelola SDM yang memiliki keandalan di bidang sekolah, sehingga masyarakat akan melirik potensi sekolah swasta tersebut. Masing-masing perguruan swasta juga harus melakukan komparasi dengan sekolah swasta lainnya yang selama ini jumlah siswanya stabil.

Ketua Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali Gede Ngurah Ambara Putra mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar atas keterlibatan sekolah swasta dalam mendukung program pendidikan Kota Denpasar. Sinergitas yang sudah baik ini agar terus ditingkatkan demi kemajuan di Kota Denpasar. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.