Duh! Sejumlah Benda Bersejarah di Museum TPB Margarana Dicuri

  • Whatsapp
POLISI ketika melakukan olah TKP atas kasus pencurian di Gedung Museum TPB Margarana, Tabanan. Foto: ist
POLISI ketika melakukan olah TKP atas kasus pencurian di Gedung Museum TPB Margarana, Tabanan. Foto: ist

TABANAN – Gedung Museum Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana milik Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Provinsi Bali, disatroni maling. Sejumlah benda bersejarah di dalamnya pun raib. Kejadian yang sudah dilaporkan ke kepolisian itu, kini masih dalam penyelidikan.

Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia pun membenarkan ada laporan kasus pencurian di museum yang berlokasi di Banjar Dinas Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan tersebut. “Dari pihak pelapor mengatakan bahwa kejadian itu baru diketahui pada Jumat (11/6/2021) sekitar pukul 10.00 Wita,” ungkapnya, Selasa (15/6/2021).

Bacaan Lainnya

Keterangan saksi petugas kebersihan di TPB Margarana, I Wayan Sudantia (40), menyebut pada Jumat (11/6/2021) sekitar pukul 10.00 Wita, saat dia bekerja membersihkan areal TPB Margarana bersama teman-temannya, melihat replika rudal AL KRI I Gusti Ngurah Rai, kotak dana punia, replika senjata dan replika bambu runcing, sudah berada di luar areal gedung museum bagian utara. Melihat ada hal yang aneh, saksi kemudian memberitahukan kepadateman-temannya untuk mengecek ke dalam gedung meseum.

Mereka mendapati pintu gedung sudah dalam keadaan terbuka secara paksa. Di depan pintu museum ditemukan gunting pencukur rumput. Sementara rekan kerja yang lain menghubungi mandor pekerja, I Made Deger (60), untuk bersama-sama mengecek kondisi gedung museum. Setelah mengetahui kondisi mesum dalam keadaan acak-acakan, Deger menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Marga Dauh Puri, yang kemudian meneruskan ke Polsek Marga, guna melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga :  ‘’Ngembak Geni’’, Mahayastra Imbau Warga Tak Keluar Rumah, Akses Jalan Menuju Gianyar Ditutup

Dari kejadian itu, dietahui ada sejumlah barang yang hilang dari dalam museum tersebut. Di antaranya sebuah golok Lombok milik pejuang, sebuah senjata keris Bali milik pejuang, satu pedang samurai kecil milik Ibu Lasti (panjang sekitar 60 Cm), sebuah pedang samurai Peta milik Ketut Widjana alias Pak Item (dengan sarung panjang sekitar 90 Cm). Selain itu, juga sebuah samurai bersarung kayu (yang dipakai pejuang asal Desa Grana, I Gusti Ngurah Rai Mirsa, dengan panjang sekitar 90 Cm), serta sepasang tanda pangkat mayor milik I Gusti Putu Wisnu (yang terbuat dari tembaga). Total kerugian material sekitar Rp25 juta.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan hasil olah TKP, petugas menduga pelaku masuk dengan cara merusak pintu museum. Selanjutnya membuka almari penyimpanan barang dengan menggunakan anak kunci. Kini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Beberapa saksi pun dimintai keterangan, dan telah melakukan pengambilan sidik jari terhadap 21 orang karyawan TPB Margarana. Sementara barang bukti yang diamankan berupa sebuah gunting rumput milik TPB Margarana dan sebuah kotak dana punia. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.