Dua Tahun Kepemimpinan Gubernur Koster Fokus Selesaikan Perda dan Pergub

  • Whatsapp
GUBERNUR Bali, Wayan Koster. Foto: ist
GUBERNUR Bali, Wayan Koster. Foto: ist

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan bahwa dalam dua tahun berjalan, pemerintahan yang ia pimpin, masih fokus pada penyelesaian Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub) serta melaksanakan kebijakan prioritas bidang adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal yang diiringi dengan perbaikan kualitas lingkungan alam. Pada tahun ketiga pemerintahan yang ia pimpin, akan mulai diisi dengan merancang arah kebijakan yang difokuskan pada pembangunan perekonomian.

Pembangunan perekonomian itu yakni menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali antara pariwisata, pertanian termasuk kelautan, dan industri.  “Ini merupakan kebijakan strategis yang mendesak untuk dilaksanakan dalam upaya pemulihan dan penguatan perekonomian Bali ke depan, mengingat Bali memiliki potensi pertanian, kelautan, dan industri berbasis warisan tradisi dan budaya yang sangat unggul,” ujar Koster dalam keterangan tertulis pidato akhir tahun 2020 dan menyongsong tahun baru 2021, Kamis (31/12/2020).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, upaya tersebut dimulai dengan mendesain kebijakan percepatan pengembangan perekonomian Bali secara progresif, dengan membentuk Kelompok Kerja Percepatan program tematik. Meliputi pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir, implementasi sistem pertanian organik menuju Bali pulau organik, pengembangan sumber daya kelautan, implementasi sistem perekonomian adat Bali, industri dan teknologi kesehatan berbasis kearifan lokal Bali.

Baca juga :  Harga Ayam Broiler Anjlok, Pinsar Bali Bagikan 700 Ekor Ayam di Tabanan

Selain itu juga pembangunan industri branding Bali dari hulu sampai hilir, pembangunan industri kreatif berbasis budaya branding Bali, pengembangan industri mode/fashion berbasis budaya Bali, pengembangan, penguatan dan pemberdayaan UMKM serta koperasi produksi, dan pengembangan Ekonomi Digital 6.0 Kerthi Bali.

Koster mengatakan, visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam memasuki Bali Era Baru tahun 2021, akan dilaksanakan melalui percepatan pelaksanaan kebijakan penting dan strategis. Percepatan pelaksanaan kebijakan dan peraturan yang baru diberlakukan, sehingga belum berjalan.

Di antaranya, sistem pertanian organik, pembangunan industri, penyelenggaraan kesehatan, penyelenggaraan ketenagakerjaan, pelindungan pura, pratima, dan simbol keagamaan. Selain itu juga sistem pengamanan lingkungan terpadu berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat), pelestarian tanaman lokal Bali sebagai taman gumi banten, puspa dewata, usada, dan penghijauan; standar kepariwisataan budaya Bali, tata kelola pariwisata Bali, Bali energi bersih, pengelolaan sampah berbasis sumber, dan pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut.

Koster berkata, percepatan pelaksanaan kebijakan dan peraturan yang sudah diberlakukan, namun pelaksanaannya baru memasuki tahap awal. Antara lain tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali, pelayanan kesehatan tradisional Bali, dan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Percepatan pelaksanaan kebijakan dan peraturan yang sudah diberlakukan, serta sudah dilaksanakan namun harus dioptimalkan, sambung Koster, antara lain pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali. Juga  pelaksanaan Bulan Bung Karno, penggunaan busana adat Bali, penggunaan bahasa, aksara, dan sastra Bali, penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali, penguatan Desa Adat, dan pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai.

Baca juga :  Sebagian Masyarakat Kurang Tertib Memenuhi Peraturan Gubernur Bali

Koster juga mengatakan bahwa tahun 2020 yang disertai munculnya pandemi Covid-19, merupakan situasi dan kondisi yang sama sekali tidak pernah terbayangkan. Ini menjadi tahun penuh tantangan, dan ujian berat sehingga memerlukan kesabaran revolusioner.

‘’Angayubagia, atas paswecan Ida Bhatara Sasuhunan, lelangit, dan leluhur sami, serta berkat adanya kerjasama, gotong-royong, secara bersinergi dan berkolaborasi Kita dapat menangani pandemi Covid-19 dengan baik. Kita juga dapat melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di 6 kabupaten/kota dengan lancar, aman, damai, dan sukses dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara tertib,” ujarnya.

Lanjut Koster, tahun 2021 adalah kerja besar penuh tantangan menanti. Terlebih lagi, sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Kondisi ini memerlukan dukungan serta komitmen kuat, tulus, lurus, dan keluhuran hati dari seluruh krama Bali, sesuai dengan swadharma masing-masing. Dan juga harus tetap semangat dan optimis mencari jalan keluar yang membuka harapan baru.

Titiang mengajak semeton krama Bali sareng sami agar tetap kompak, guyub, bersatu, gilik-saguluk, parasparos, salunglung sabayantaka, sarpanaya, se-ia sekata, seiring sejalan, bekerja sama dengan sama-sama bekerja, bahu membahu, membanting tulang, bergotong-royong mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali memasuki Bali Era Baru. Sejalan dengan itu, titiang menekankan kembali untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dengan tertib dan disiplin, seraya terus nunas ica semoga pandemi Covid-19 segera berlalu,” ajaknya.

Baca juga :  Kemenparekraf Salurkan Alat Pengolahan Kopi di Bangli

Ditambahkannya, sebagai generasi penerus maka memiliki tanggung jawab besar terhadap eksistensi dan keberlanjutan Bali yang diwariskan oleh Ida Lelangit, leluhur, dan panglingsir Bali. “Mari solid bergerak maju di tengah perubahan yang dinamis dalam skala lokal, nasional, dan global, dengan terus membangun hal-hal yang baik dalam diri kita, karena hanya di tangan kitalah sesungguhnya nasib dan masa depan Bali dapat dijaga demi kelangsungan kehidupan generasi mendatang,” ajaknya.

“Semoga sinar suci Hyang Widhi Wasa senantiasa menuntun dan menguatkan kita untuk berani mengambil langkah dan membuat keputusan dalam situasi yang sulit dan penuh risiko, sepanjang berada di jalan yang benar/Dharma sesuai kehendak-Nya. Vivere Pericoloso. Sesuai Pidato Yang Mulia Presiden RI Pertama, Bung Karno, pada peringatan hari ulang tahun ke-19 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1964,” pungkasnya. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.