Dua Siswa Bangli Tampil di KTT G20

DUA siswa SDN Bangli tampil mewakili Indonesia dalam demo berhitung di kegiatan KTT G20. Foto: ist

BANGLI – Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 diselenggarakan berbagai pertemuan, yang salah satunya adalah THK Future, Knowledge Summit, Intergenerational Dialogue for Our Emerging Future.

Pertemuan diselenggarakan pada 14 November di Kawasan Kura-Kura Bali, Serangan, Denpasar Selatan. Pada pertemuan tersebut hadir pembicara internasional dari berbagai negara.

Read More

Pada pertemuan tersebut ditampilkan demo how nurturing computational thinking by gasing method yang diciptakan Prof. Yohannes Surya, P.hD., terpilih dua siswa SD di Bangli untuk tampil mewakili Indonesia. Mereka adalah Sang Ayu Made Tia, kelas IV SDN 5 Kawan; dan Anak Agung Kriskhananda G.P, siswa kelas IV SDN 3 Kawan.

Dalam demo tersebut ditampilkan bagaimana memelihara pemikiran komputasional dengan metode gasing, untuk memelihara generasi masa depan terhubung dengan tepat pada masa depan. Melalui metode gasing, para siswa dilatih kemampuan matematikanya dengan gampang, asyik dan menyenangkan, sehingga matematika semakin dirindu para siswa.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyampaikan rasa bangga dengan terpilihnya dua pelajar SDN Bangli dalam demo berhitung di kegiatan KTT G20. Dia menyebut pemilihan keduanya merupakan bukti pendidikan Bangli makin maju. “Saya berharap semakin banyak siswa yang mampu berbicara di tingkat internasional,” serunya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Bangli, Komang Pariartha, Jumat (18/11/2022) mengatakan, 150 siswa Bangli mengikuti pelatihan matematika gasing selama dua minggu pada Agustus lalu. Yang tampil di KTT G20 merupakan jebolan pelatihan tersebut dengan hasil terbaik.

Lebih lanjut Pariarta membeberkan, dalam pembelajaran metode gasing ini anak-anak diajak bermain dan bereksplorasi dengan alat peraga. Jadi, benar-benar terasa dan terbayang konsep yang ingin disampaikan. Yang abstrak selalu diawali dengan sesuatu yang konkret, sehingga anak-anak dapat jauh lebih mudah mengerti dan mengaplikasikan konsep yang diajarkan.

”Salah satu ciri khas lain dari metode gasing adalah anak-anak dapat melakukan perhitungan di luar kepala (mencongak) dengan cepat,” pungkasnya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.