Dua Juta Langkah Salam di Mataram untuk Rawat Kebhinnekaan dan Keberagaman

  • Whatsapp
GALERI kegiatan Paslon Selly-Manan menyapa warga berbagai umat beragama, suku bangsa dan ras di Kota Mataram sebagai upaya merawat toleransi dan keberagaman di Kota Mataram. Foto: rul
GALERI kegiatan Paslon Selly-Manan menyapa warga berbagai umat beragama, suku bangsa dan ras di Kota Mataram sebagai upaya merawat toleransi dan keberagaman di Kota Mataram. Foto: rul

MATARAM –  Pilkada bukan sekadar ajang pertarungan politik merebut kekuasaan. Apalagi sampai memecah dan mengkotak-kotak masyarakat berdasarkan pilihan, dan rawan menimbulkan gesekan, disharmonisasi di Kota Mataram.

Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 2, Hj. Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (Salam) memaknai Pilkada sebagai pesta demokrasi untuk seluruh masyarakat Kota ini. Apapun latar belakang etnis, agama, strata ekonomi dan pendidikan, selama warga Kota Mataram yang memiliki hak pilih harus merasakan kemeriahan pesta lima tahunan.

Bacaan Lainnya

Dua juta langkah Salam membuka bagaimana keberagaman dan heterogenitas di Kota Mataram bisa tetap terpupuk dan terjaga sepanjang pesta Pilkada 2020. Dan yang terpenting, masyarakat harus bersuka cita menyambut Pilkada, agar angka partisipasi pemilih di Kota Mataram bisa meningkat dibanding Pilkada lima tahun silam.

Menghargai dan merangkul masyarakat yang beragam di Kota Mataram sudah ditunjukan pasangan Salam sejak mendaftar di KPU Kota Mataram, awal September 2020 lalu. Diiringi ratusan relawan pendukung, Salam juga menggelar pertunjukan dan pawai lintas budaya dan Multi Etnik , sembari menunggu jalannya proses pendaftaran.

Baca juga :  Pelanggar Prokes Luar Badung Luput Sanksi Penangguhan Layanan Administrasi

‘’Sejak awal maju dan mendaftar ke KPU, bu Selly dan TGH Manan memang sudah mengkampanyekan Pilkada Damai, merangkul semua warga masyarakat yang beragam dan heterogen,’’ kata Ketua Tim Pemenangan Salam, Eko Anugraha Priyanto pada wartawan, Kamis (26/11/2020).

Menurut Eko, kepemimpinan Selly-Manan adalah kepemimpinan yang merangkul dan memperhatikan semua. Bagi Salam, siapa pun orangnya, sepanjang dia warga Kota Mataram harus mendapatkan hak-hak dan pelayanan publik yang setara dan berkualitas.

Salam ingin menciptakan Mataram sebagai kota yang madani. Pemerintahan yang tidak mengabaikan atau menganggap ringan kebutuhan dan aspirasi kelompok minoritas. Semua ini demi terciptanya kerukunan masyarakat lintas etnis, agama dan budaya di Ibukota NTB ini.

Kegiatan flashmob beberapa kali dilakukan dengan tema-tema khusus seni dan budaya. Bahkan, kesenian barongsai juga sempat mengiringi flashmob Salam sebagai apresiasi bagi warga keturunan Tionghoa di Kota Mataram.

Selly-Manan juga sangat aktif turun menyapa masyarakat dan komunitas masyarakat. Sejumlah paguyuban diaspora Jawa hingga pedagang kaki lima kelas lalapan pecel lele ikut menjadi perhatian. Tak heran jika dukungan untuk Salam juga sangat signifikan dari kelompok perantau yang menjadi warga Mataram ini.

Suhartono, pria asal Lamongan yang sudah  enam tahun berjualan pecel lele di kawasan Cakranegara mengaku senang dan bangga pernah bertemu langsung dengan Calon Wali Kota Mataram, Hajjah Selly. ‘’Pernah ketemu waktu bu Selly sedang kulineran. Orangnya bersahaja tapi kelihatan cerdas dan tegas. Kalau saya lihat mirip sosok bu Risma (Wali Kota Surabaya). Mudah-mudahan bu Selly bisa membangun Mataram lebih bagus lagi, seperti bu Risma mengubah Surabaya dulu,’’ kata Suhartono.

Baca juga :  Saat New Normal, KONI Pusat Siap Bantu Kembalikan Atlet ke Pelatnas

Suhartono menilai, gaya kulineran Hajjah Selly tak sekadar kulineran biasa. Namun, sosok pemimpin itu juga melihat langsung kondisi dan geliat sektor UMKM di Kota ini. Hal ini bisa ditangkap dari setiap obrolan dan sapaan Hajjah Selly kepada para pedagang di sekitar.

Tim pemenangan lainnya, Ruslan Turmuzi  menegaskan, ada pesan penting dalam dua juta langkah Salam sepanjang kampanye Pilkada ini. Selain untuk mempererat persatuan dalam keberagaman juga sekaligus untuk mengedukasi dan sosialisasi bahwa Pilkada ini milik semua masyarakat Kota Mataram.

Kesadaran politik yang harus terus dibangun adalah agar seluruh masyarakat mau dan turut berpartisipasi memberikan suara mereka dalam Pilkada 9 Desember nanti. ‘’Selly-Manan tidak hanya turun dan bersilaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat saja, tetapi juga menyentuh langsung akar rumputnya. Kalau masyarakat sudah merasa bahwa menentukan pilihan dalam pesta demokrasi ini penting, maka inshaa Allah angka partisipasi pemilih kita bisa meningkat juga,’’ jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Calon Wali Kota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani, mengatakan, apa yang dilakukan Salam dan tim relawan selama ini merupakan cerminan program nyata yang akan dilakukan Salam ke depan. ‘’Salam berkomitmen tidak ada lagi perbedaan perlakuan dan pelayanan pemerintah untuk semua masyarakat Kota Mataram. Apapun latar belakangnya, setiap warga Kota ini harus mendapatkan jaminan dan hak-hak pelayanan yang setara,’’ katanya.

Baca juga :  Jelang Hari Raya Galungan, Disperindag Monitoring Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Rakyat

Menurutnya, keberagaman dan heterogenitas di Kota Mataram bisa menjadi modal yang kuat bagi keberlangsungan pembangunan Kota yang lebih maju. Selain itu, pemunculan tema-tema seni dan budaya lintas etnis dan agama yang seringkali ditampilkan dalam kampanye flashmob juga dilakukan agar kemeriahan pesta demokrasi ini bisa dirasakan masyarakat.

‘’Salam ingin Pilkada ini berwarna dan ceria penuh kegembiraan. Masyarakat boleh berbeda pilihan, namun harmonisasi sosial dan kerukunan antar warga harus tetap terjaga erat,’’ kata Mantan Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 ini.

Hal yang sama disampaikan calon Wakil Wali Kota Mataram, TGH Abdul Manan. Menurutnya, konsep Rahmatan Lil Alamin harus bisa diterapkan dalam sendi-sendi kehidupan, bersosial masyarakat di Kota Mataram.

Ulama yang sempat menjabat Ketua MUI Kota Mataram ini mengatakan, saat memimpin Kota Mataram maka pemimpin harus mengayomi semua masyarakat tanpa memandang latar belakang.

‘’Toleransi menjadi bagian penting dalam menjaga harmonisasi masyarakat kita yang beragam ini. Salam akan menjadi pemimpin yang merakyat untuk semua masyarakat Kota Mataram,’’ ujarnya.

Tuan Guru Manan mengatakan, bentuk konkrit toleransi, persatuan dan merawat keberagaman yang dilakukan Salam saat ini sebagai teladan masyarakat ke depan.  ‘’Jika semua masyarakat rukun, bisa bersama membangun Kota Mataram ini secara partisipatif, tentu Mataram yang berlah dan cemerlang akan bisa kita wujudkan,’’ tandasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.