DPRD Gianyar Dipastikan Bertambah Jadi 45 Kursi

  • Whatsapp
KETUA KPU Gianyar, I Putu Agus Tirta Seguna. Foto: adi

GIANYAR – Ada kabar gembira bagi parpol dan para politisi di Gianyar, terutama yang berhasrat untuk menjadi anggota DPRD Gianyar. Jika saat ini kuota kursi hanya 40, pada Pemilu 2024 mendatang dipastikan bertambah menjadi 45 kursi. Hal ini mengacu pada UU Nomor 7 Tahun 2017, dimana jumlah penduduk 500 ribu – 1 juta jiwa mendapat alokasi 45 kursi. Sementara per Agustus 2021, jumlah penduduk di Kabupaten Gianyar sebanyak 501.317 jiwa.

Bacaan Lainnya

Hal itu diutarakan Ketua KPU Gianyar, I Putu Agus Tirta Seguna, Senin (4/10/2021). ‘’Jumlah tersebut kami dapatkan setelah dilakukan sinkronisasi data antara Dukcapil Gianyar ke Dukcapil RI. Ternyata data sudah sesuai, Dengan ketentuan laki-laki 250.848 jiwa dan perempuan 250.469. Per Agustus tahun 2021, jumlah penduduk 501. 317,’’ ujarnya.

Namun, ia menegaskan, hal ini belum seutuhnya final. Sebab penetapan alokasi jumlah kursi dilakukan KPU Pusat. Namun jika jumlah penduduk Gianyar tetap berada di 500 ribu lebih penambahan pasti akan dilakukan. ‘’Sesuai jumlah terakhir ini semoga sampai pada tahapan. Sehingga bisa dipastikan penambahan kursi terjadi dari 40 ke 45,’’ ujarnya.

Dikatakan, jumlah penduduk di Gianyar sangat dinamis. Awal tahun 2021 jumlah penduduk di Gianyar 503 jiwa, bahkan akan menyentuh 504 ribu jiwa. ‘’Namun karena proses pengurusan akta kematian dan pindah tempat tinggal akhirnya berkurang berada pada 501 ribu jiwa,’’ jelasnya.

Baca juga :  Duh! Lima Desa di Buleleng Alami Kekeringan

Sementara terkait pemecahan dapil, pihaknya akan meminta usulan dari tokoh masyarakat dan tokoh partai politik. ‘’Sementara karena proses masih berjalan, pihaknya akan meminta saran asulan dari tokoh masyarakat, tokoh partai, apakah mereka ingin melakukan pemecahan dapil atau tetap. Intinya ketika alokasi jumlah kurisi ditetapkan, baru kita bisa lakukan usulan pemecahan dapil,’’ ujarnya.

Terkait kapan penepatan dari pusat dilakukan, pihaknya belum bisa memastikan sebab penetapan pemungutan suara atau pencobolosan belum dilakukan. ‘’Sesuai undang-undang itu bulan Februari 2024. Namun hal tersebut masih berubah-ubah. Kalau hari pencoblosan telah ditetapkan baru nanti dilakukan proses tahapan. Jika estimasi pada bulan Februari 2024, tahapan akan dilakukan pada akhir 2022 atau awal 2023,’’ jelasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.