DPD RI Wakil Bali Tanpa Generasi Muda, Arsa Linggih Masifkan Komunikasi Politik

ARSA Linggih saat komunikasi politik untuk mengenalkan diri kepada masyarakat di Desa Penarungan, Mengwi, Badung beberapa waktu lalu. Foto: ist
ARSA Linggih saat komunikasi politik untuk mengenalkan diri kepada masyarakat di Desa Penarungan, Mengwi, Badung beberapa waktu lalu. Foto: ist

DENPASAR – Arsa Linggih mulai terang-terangan unjuk diri sebagai pijakan menatap kontestasi pemilihan anggota DPD RI pada Pemilu 2024. Kian jelas juga dia membingkai diri sebagai representasi para kaum milenial, karena dari empat DPD RI Dapil Bali saat ini memang semua berusia di atas 40 tahun. Narasi mewakili generasi muda itu yang digemakan saat komunikasi politik dengan masyarakat.

Ketika bertemu muka dengan sejumlah masyarakat di empat titik di Desa Penarungan, Mengwi, Badung beberapa waktu lalu, Arsa memaparkan sedikit latar belakang sampai tertarik terjun ke dunia politik. Selain didampingi ayahnya, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, I Gde Sumarjaya Linggih (Demer), Arsa juga “dikawal” Ketua DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa. Terhitung anak baru di panggung politik, Arsa mengaku ada kegelisahan melihat situasi DPD RI Dapil Bali hari ini.

Bacaan Lainnya

“Rencana maju ke DPD RI karena sebenarnya melihat situasi DPD saat ini, yang mewakili rakyat Bali sudah generasi di atas usianya. Banyak suara atau aspirasi anak muda tertinggal, padahal anak muda penyumbang suara terbesar dalam Pemilu (nanti),” ungkap anak muda dengan performa enak dipandang itu.

Beranjak dari kegalauan itu, Arsa ingin sekali dapat bertemu langsung dengan para anak muda di Bali, juga mereka yang berusia lebih tua, untuk mendengar apa aspirasi mereka. Dari beberapa pertemuan dengan kaum milenial sebayanya, Arsa menilai kontribusi anggota DPD RI sekarang masih kurang untuk masyarakat Bali, terutama bagi generasi muda. Hasil diskusi dengan keluarga besar dan kerabat, dia merasa terdorong untuk dapat mewakili Bali di Senayan melalui DPD RI pada Pemilu 2024.

Baca juga :  Terima Kunjungan DPRD Morowali Utara, Satria Sampaikan Upaya Pemkab Badung Tingkatkan PAD

“Jika diperkenankan maju, dengan asumsi saya terpilih kelak, apa pun yang menjadi aspirasi masyarakat Bali pasti akan saya perjuangkan di pusat,” ucapnya di hadapan masyarakat yang terdiri dari kaum muda, ibu rumah tangga dan para tokoh masyarakat tersebut.

Seorang tokoh Partai Golkar Badung menilai, keseriusan Arsa menjajal pemilihan DPD RI bisa memberi warna baru kontestasi. Yang terlihat sejauh ini Arsa sudah memiliki modal sosial, karena jaringan politik Demer sebagai elite Golkar di Bali. Selain itu, Arsa juga memiliki modal ekonomi yang cukup untuk tampil ke permukaan.

“Dia masih muda juga, di bawah 30 tahun, kalau pinter bawa diri dan bisa menarik untuk anak-anak muda, besar peluangnya lolos. Cuma incumbent (petahana) kan masih kuat juga kelihatannya sekarang, itu aja masalah yang harus dia lewati,” komentar sumber yang keberatan disebut identitasnya.

Di kesempatan terpisah, Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, berujar sangat senang dengan adanya anak muda berminat ke politik praksis. Hal itu menandakan politik tidak identik dengan “kaum tua” atau suatu kegiatan yang melulu serius. “Bagus anak muda mau ke politik, apalagi pada Pemilu 2024 itu pemilih pemula dan pemilih muda sangat besar jumlahnya. Ini tantangan menarik untuk anak muda atau kaum milenial di Bali,” tegasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.