Dari Galon Bekas Jadi Pot Unik, Siswa SMPN 13 Denpasar Tunjukkan Aksi Nyata Peduli Lingkungan

KEPALA SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, bersama para siswa memamerkan karya inovatif pot tanaman unik dari galon bekas. Foto: ist
KEPALA SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, bersama para siswa memamerkan karya inovatif pot tanaman unik dari galon bekas. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMPN 13 Denpasar menghadirkan inovasi pembelajaran lingkungan hidup melalui praktik langsung yang kreatif dan aplikatif. Para siswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga diajak mengolah limbah plastik menjadi karya bernilai guna, salah satunya menyulap galon bekas air mineral menjadi pot tanaman unik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program eco-green sekolah untuk mendorong pengurangan sampah sekaligus pemanfaatan kembali barang bekas. Melalui pendekatan ini, siswa diajak menyadari bahwa limbah plastik masih memiliki nilai jika diolah dengan kreativitas.

Read More

Proses pembuatan diawali dengan mengumpulkan dan membersihkan galon bekas. Selanjutnya, para siswa dalam kelompok kreasi menghias galon menggunakan aneka warna dan bentuk yang menarik sesuai ide masing-masing.

Antusiasme siswa tampak sepanjang kegiatan. Selain melatih keterampilan, kegiatan ini menumbuhkan nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 13 Denpasar, Ni Made Sukarini, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan positif peserta didik dalam memandang sampah. “Kami ingin menanamkan kebiasaan bahwa sampah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bisa menjadi awal dari sesuatu yang bermanfaat,” ujar Sukarini, Selasa (15/9/2026).

Ia menambahkan, pembelajaran ini juga mengintegrasikan konsep eco-theology, yakni kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab moral sekaligus spiritual. Siswa diajak memahami bahwa alam adalah amanah yang harus dirawat dan dijaga.

Tidak berhenti pada proses pembuatan, siswa juga dilatih untuk bertanggung jawab merawat pot tanaman hasil karya mereka sendiri di area sekolah. Langkah ini dinilai efektif dalam menanamkan disiplin dan rasa memiliki terhadap lingkungan.

“Kami ingin siswa tidak hanya mampu menciptakan, tetapi juga bertanggung jawab merawat hasilnya secara berkelanjutan,” pungkas Sukarini. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.