Disdikpora Denpasar Ajak Semua Pihak Bangun Budaya Sekolah Aman-Nyaman

KADISDIKPORA Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama (dua dari kanan) mengajak semua pihak bangun budaya sekolah aman dan nyaman. Foto: ist
KADISDIKPORA Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama (dua dari kanan) mengajak semua pihak bangun budaya sekolah aman dan nyaman. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menegaskan komitmennya untuk menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Hal itu disampaikan Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, sebagai bentuk tindak lanjut terhadap telah diluncurkannya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

‘’Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah keseluruhan tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun di lingkungan sekolah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan spiritual, pelindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital demi menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi warga sekolah,’’ ujar Wiratama, usai membuka seminar pendidikan “Bedah Kerangka TKA Jenjang SD: Memahami Struktur, Materi dan Strategi Sukses” yang diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kecamatan Denpasar Barat, Selasa (13/1/2026).

Read More

Ia menjelaskan, penerapan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 menjadi pedoman penting dalam memperkuat peran empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, sebagai ekosistem yang saling berkolaborasi dan berpartisipasi dalam membangun budaya aman dan nyaman. Permendikdasmen tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman mengarahkan perubahan melalui enam fokus utama, yaitu 1) memperkuat promotif preventif; 2) perluasan pelindungan; 3) partisipasi semesta; 4) aspek aman dan nyaman; 5) penanganan kolaboratif; dan 6) pendekatan litigasi ke non-litigasi.

Wiratama menambahkan orang tua atau wali murid memainkan peran penting dalam memantau dan mendampingi aktivitas murid di luar jam sekolah, termasuk yang mereka lakukan di ruang digital. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.

‘’Sekolah diharapkan menjadi ruang tumbuh yang memuliakan setiap individu dan mendukung terciptanya generasi Indonesia yang sehat secara fisik, mental, dan sosial. Hubungan yang selaras antara rumah dan sekolah akan menjadi pondasi kuat bagi setiap proses belajar yang berlangsung, tidak hanya hari ini tetapi hingga masa depan siswa,’’ pungkasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.