Matangkan Persiapan TKA, Guru Diminta Merancang Strategi Pembelajaran Inovatif-Fokus

SEMINAR pendidikan “Bedah Kerangka TKA Jenjang SD: Memahami Struktur, Materi dan Strategi Sukses” yang diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kecamatan Denpasar Barat. Foto: ist
SEMINAR pendidikan “Bedah Kerangka TKA Jenjang SD: Memahami Struktur, Materi dan Strategi Sukses” yang diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kecamatan Denpasar Barat. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Menjelang penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada April 2026 di kelas 6 SD, guru diminta merancang strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan berfokus pada pengembangan pemahaman konsep serta kecakapan analisis siswa, agar setiap anak mampu menghadapi ujian dengan percaya diri dan hasil yang optimal.

‘’Berbeda dengan Ujian Nasional sebelumnya, TKA menekankan pada kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi, bukan sekadar hafalan materi,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Selasa (13/1/2026).

Bacaan Lainnya

Wiratama mengatakan itu saat membuka seminar pendidikan “Bedah Kerangka TKA Jenjang SD: Memahami Struktur, Materi dan Strategi Sukses” yang diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Kecamatan Denpasar Barat. Sminar yang diikuti kepala SD serta guru kelas 6 se-Denpasar Barat, menghadirkan narasumber Ishak Wijono, M.Pd., yang merupakan penulis soal asemen, serta Ni Ketut Irma Parwati, SE.,M.Pd., dan Dr. Ir. I Ketut Suarnaya, M.Pd., dari BPMP Bali.

Wiratama mengatakan, TKA 2026 hadir untuk mengukur kedalaman logika. Soal-soal yang disajikan tidak lagi sekadar menanyakan definisi, tetapi meminta siswa untuk menganalisis teks (literasi) dan memecahkan masalah menggunakan angka dalam situasi nyata (numerasi). ‘’Guru perlu menyadari bahwa nilai tinggi dalam TKA hanya bisa dicapai jika siswa memiliki kemampuan menafsirkan informasi secara logis,’’ ujarnya.

Untuk menghadapi standar TKA yang baru, menurut Wiratama, guru kelas 6 SD harus meninggalkan gaya mengajar satu arah. Strategi yang paling efektif adalah mengintegrasikan literasi dan numerasi ke dalam semua mata pelajaran, bukan hanya bahasa dan matematika.

‘’Dengan penerapan strategi yang tepat, pemetaan kemampuan siswa, dan pembelajaran berbasis konteks, guru kelas 6 SD tidak hanya menyiapkan anak-anak untuk sukses menghadapi TKA 2026, tetapi juga membangun fondasi keterampilan berpikir kritis dan analisis yang kuat untuk perjalanan belajar siswa di masa depan,’’ ujar Wiratama.

Ia menekankan pula bahwa TKA merupakan instrumen penilaian objektif dengan standar nasional untuk mengukur kompetensi murni siswa, yang nantinya menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi melalui jalur prestasi. Wiratama juga berharap sekolah menjalin sinergi yang lebih kuat antara pihak sekolah dan orang tua.

Dengan komunikasi yang baik, diharapkan siswa dapat menghadapi TKA dengan lebih tenang dan siap, sehingga capaian pembelajaran mencerminkan kompetensi yang sesungguhnya. ‘’TKA ini adalah nilai objektif. Ini pembuktian atas mutu pendidikan. Kami berharap hasil evaluasi ini menjadi feedback bagi sekolah untuk memastikan kualitas layanan pendidikan kita benar-benar terjaga,’’ pungkas Wiratama. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses