Dinkes Bali Diminta Perjuangkan Kuota Dokter Internsip

SEKRETARIS Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Purwa Ngurah Arsana. Foto: hen
SEKRETARIS Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Purwa Ngurah Arsana. Foto: hen

DENPASAR – Adanya dokter asal Bali yang baru lulus dinilai sebaiknya dimanfaatkan untuk membantu penanganan pasien Covid-19 di Bali. Hal itu bisa terwujud jika kuota dokter internsip untuk Bali ditambah, agar dapat menampung semua lulusan ber-KTP Bali. “Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mestinya ikut serta menyuarakan keberadaan lulusan para dokter yang bisa dimanfaatkan untuk tenaga internship di setiap rumah sakit, tanpa melihat kuota yang ada. Jangan dibiarkan berjalan sendiri-sendiri,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Purwa Ngurah Arsana, Minggu (17/1/2021).

Dia menguraikan, Bali mendapat kuota dari Kementerian Kesehatan 150 orang dokter baru lulus untuk bertugas internsip di 16 rumah sakit pemerintah dan swasta. Di sisi lain, jumlah dokter ber-KTP Bali sebanyak 248 orang. Ketika pemerintah sedang berusaha keras menangani pandemi Covid-19, sebutnya, menjadi keanehan ketika kuota untuk Bali justru kurang dari jumlah lulusan yang tersedia.

Read More

“Apa bener rumah sakit lainnya tidak perlu dokter di situasi seperti ini? Apa tenaga medis tidak justru perlu ditambah ketika membeludaknya orang kena Covid? Ini yang harus jadi perhatian Dinas Kesehatan,” seru politisi asal Karangasem tersebut.

Lebih jauh dipaparkan, seyogianya semua rumah sakit di Bali harus menerima tenaga medis internsip untuk bertugas. Dia mencontohkan RSU Karangasem di dapilnya saat ini tidak menerima dokter internsip. Menurutnya, lebih baik dokter lulusan Bali pada kondisi pandemi ini dapat lebih dioptimalkan untuk mendarmabaktikan ilmunya di rumah sendiri. Caranya, tegas Purwa, dengan ditampung di rumah sakit di Bali agar ikut serta dalam penanganan Covid-19.

“Kita sudah ada tenaga dokter dari Bali, kenapa tidak dimanfaatkan sepenuhnya untuk Bali? Memang tidak salah kalau misalnya yang di luar kuota tugas di luar Bali, tapi bagi saya lebih baik mereka di Bali,” cetusnya.

“Prinsipnya, kami berharap Kadis ikut serta menyuarakan keberadaan lulusan para dokter agar dapat dimanfaatkan untuk tenaga internship di setiap rumah sakit tanpa melihat kuota yang ada. Minimal dibantu untuk direkomendasi ke Kementerian Kesehatan agar semua bisa internsip di Bali, jangan dibiarkan jalan sendiri,” pungkasnya. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.