POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Diduga karena jenuh dengan riwayat sakit berkepanjangan, I Nyoman Keplus, warga Banjar Kedisan Kaja, Desa Kedisan, Tegallalang mengakhiri hidup dengan gantung diri. Peristiwa tersebut baru diketahui pada Senin (13/11/2023) sekitar pukul 09.00 Wita oleh menantunya, I Wayan Subrata.
Berdasarkan data yang diperoleh, pagi itu Subrata ke lokasi kejadian dengan tujuan membawakan makanan untuk mertuanya. Sampai di lokasi dia terkejut melihat Keplus tergantung tali plastik warna biru di bangunan semipermanen/pondok yang ada di tegalan milik Keplus, menghadap ke barat.
Subrata berteriak memanggil warga yang kebetulan sedang memotong bambu di sebelah barat, dekat dengan lokasi kejadian. Mendengar kabar itu, tiga warga yakni I Ketut Pica, I Made Budiasa, dan I Made Suweca, selanjutnya bergegas ke lokasi kejadian.
Subrata memotong tali plastik menggunakan kapak, dan dibantu tiga warga itu dia menurunkan mayat mertuanya, ditaruh di bawah galar. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Tegallalang untuk penanganan lebih lanjut.
Sekitar pukul 10.00 Wita, Kapolsek Tegallalang, AKP AA Gede Alit Sudarma; bersama perwira dan personelnya tiba di lokasi dan selanjutnya melaksanakan oleh TKP.
Kapolsek menyebut memasang garis polisi di lokasi kejadian, yang merupakan bangunan semipermanen berukuran 3 x 2 meter. Saat ditemukan, Keplus mengenakan baju kaos putih dan celana panjang.
Hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Tegallalang, terdapat luka jeratan tali di leher, ada kotoran keluar dari anus, dan terdapat cairan di alat vital Keplus. Tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan. “Tubuhnya sudah kaku, dan diperkirakan meninggal 2 sampai 24 jam,” jelasnya.
Terkait musibah ini, I Made Bawa selaku anak Keplus menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jasad ayahnya. Pihak keluarga telah menerima kematiannya sebagai musibah. “Kami tidak akan menuntut pihak mana pun terkait kematiannya,” tegas Bawa. adi























