Detik-detik Tanah Longsor di Jatiluwih, Dua WNA Tewas Tertimbun

DUA orang WNA tewas tertimbun tanah longsor di Vila Yeh Baat, Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Kamis (14/3/2024). Foto: ist
DUA orang WNA tewas tertimbun tanah longsor di Vila Yeh Baat, Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Kamis (14/3/2024). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Dua warga negara asing (WNA) tewas tertimbun tanah longsor di Vila Yeh Baat, Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Kamis (14/3/2024).

Kedua korban adalah Angelina (48) alias Smith kelahiran Australia beralamat di Amerika Serikat, dan Luciano J.H. (51 tahun), seorang laki-laki yang awalnya sebagai Mr. X sebelum diketahui identitasnya.

Bacaan Lainnya

Menurut saksi yang juga karyawan Vila Yeh Baat, Kadek Apong Wiratnyana (27), pada Rabu (13/3/2024) sekitar pukul 07.00 Wita, dia melihat kedua WNA tersebut mondar-mandir di jalan kawasan Jatiluwih depan Vila Yeh Baat.

Pada pukul 20.00 Wita, Angelina dan Luciano kemudian masuk ke Vila Yeh Baat untuk istirahat menginap.Ketika kedua WNA tersebut mengatakan bermaksud untuk menginap, namun belum sempat diregistrasi, karena aliran listrik padam.

Saksi Apong sempat menyarankan untuk tidak menginap, karena cuaca buruk (hujan disertai angin kencang). Namun, Angelina dan Luciano tetap bersikukuh ingin menginap.

Selanjutnya Apong menyampaikan saran jika listrik masih padam sampai dengan pukul 21.00 Wita, maka kedua WNA tersebut disarankan tidak menginap di vila. Akan tetapi, mereka tetap memaksa untuk menginap di vila tersebut.

Keesokan harinya pada Kamis (14/3/2024) sekitar pukul 05.30 Wita, Apong ditelepon oleh pemilik vila, Nyoman Ayu Suratnasih (56), yang menanyakan situasi di vila tersebut. Apong pun menjawab bahwa situasi masih aman, dan dikatakan juga bahwa kedua WNA yang memaksa menginap di vila itu masih tidur.

Sekitar pukul 06.00 Wita, Apong menelepon Ayu Suratnasih bahwa ada tanah longsor di area vila tempat kedua WNA itu menginap. Beberapa menit kemudian datang masyarakat. Menyusul Kapolsek Penebel, AKP Gusti Alit Murdiasa, beserta anggota ke lokasi kejadian untuk bersama-sama mencari kedua kedua WNA yang tertimbun longsor.

Dikatakan ada dua kamar vila yang longsor, termasuk kamar yang ditempati Angelina dan Luciano menginap. Kedua jenazah WNA tersebut kemudian berhasil dievakuasi, dan selanjutnya dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Dalam proses evakuasi terhadap kedua WNA tersebut, Kapolsek Penebel juga berkoordinasi dengan Inafis Polres Tabanan dan BPBD Tabanan. “Kedua korban berhasil dievakuasi dari timbunan tanah longsor, namun mereka sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” ujar AKP Murdiasa.

Selain mengakibatkan dua orang tewas dalam peristiwa bencana alam tersebut, pemilik vila juga mengalami kerugian material sekitar Rp500 juta. “Dalam penanganan peristiwa ini, kami juga berupaya mengamankan dan melakukan pencarian barang-barang yang dibawa korban di antara longsoran tanah,” pungkas Kapolsek Penebel. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses