Desa Dauh Puri Kauh Gencar Sosialisasikan Pergub dan Perwali Protokol Kesehatan

  • Whatsapp
PETUGAS Desa Dauh Puri Kauh saat menyosialisasikan Pergub dan Perwali Protokol Kesehatan terhadap pelaku usaha di wilayah desa itu. foto: ist

DENPASAR – Sebagai upaya didalam pencegahan penularan virus Covid-19 yang semakin meningkat ini, Desa Dauh Puri Kauh menyosialisasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 48 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) dalam Tatanan Kehidupan Era Baru yang dilaksanakan di Desa Dauh Puri Kauh, Sabtu (12/9/2020) malam.

Sosialisasi yang dilaksanakan di sekitar wilayah Dauh Puri Kauh ini menyasar kepada warga yang melanggar protokol kesehatan. Selain itu, sosialisasi ini juga menyasar para pelaku usaha dan tempat tempat yang berpotensi menjadi kerumunan warga.

Perbekel Desa Dauh Puri Kauh, I Gusti Made Suandhi saat dikonfirmasi mengatakan sosialisasi ini kami laksanakan dalam wujud menindak lanjuti Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 46 Tahun 2020 dan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 48 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19) dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Kota Denpasar.

Baca juga :  Mendagri Minta Satpol PP dan Satlinmas Kawal Pilkada 2020

Adapun jumlah tim yg turun yakni satgas solidaritas dan gotong royong sebanyak 7 orang, Linmas 6 orang, relawan desa 5 orang, babinsa dan babinktibmas, dengan sasaran sosialisasi, para pelaku kegiatan usaha (rumah makan, pertokoan, tempat hiburan, komunitas masyarakat dan pedagang kaki lima).

“Sosialisasi dilaksanakan sesuai dengan Perwali 48, yakni penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan didalam upaya pencegahan penularan covid 19 di Denpasar. Yang mana kegiatan dimulai dari pukul 20.30 s/d 24.00 wita, dari hasil pemantauan masih ditemukan pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha seperti jarak tempat duduk di rumah makan tidak sesuai dengan amanat perwali,” ujarnya.

Selain itu, juga ada kerumunan masyarakat, bahkan banyak yang datang dari luar wilayah desa kami terutama disepanjang Jalan Teuku Umar. ”Dari desa memang belum ada memberi sanksi, tetapi pelanggaran ini sudah kita catat dan selanjutnya akan kita koordinasikan dengan Satpol PP Kota Denpasar untuk nantinya dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.